Hallo Assalamu'alaikum teman semua, kembali lagi di blog Dunia Ekonomi. Kali ini saya akan berbagi artikel mengenai fenomena ekonomi yang pernah terjadi di dunia. Tentunya fenomena tersebut mempunyai dampak yang begitu besar dan pengaruh yang luar biasa terhadap ekonomi saat ini. Mau tau apa aja fenomena itu? Langsung saja saya sajikan beberapa fenomena ekonomi yang mengguncang dunia. Check it out..
Fenomena Ekonomi Pengguncang Dunia
Sumber: Crisis
Fenomena ekonomi sudah tidak asing lagi di telinga kita, tentunya suatu peristiwa yang pernah terjadi, yang sedang terjadi ataupun yang akan terjadi. Biasanya terjadi dalam kurun waktu tertentu dan menimbulkan dampak yang besar terhadap ekonomi di dunia. Terjadinya suatu fenomena ekonomi pasti ada suatu penyebab yang melatarbelakanginya, misalnya seperti kesalahan pada mekanisme perekonomian, dan sebagainya. Kemudian dari suatu fenomena tersebut bisa dipetik buah sebagai pelajaran, dimana pelajaran itu bisa digunakan untuk sekarang ataupun untuk fenomena yang akan terjadi. Penting mengetahui fenomena ekonomi seperti yang pernah terjadi di Amerika Serikat, fenomena itu dikenal sebagai Great Depression pada tahun 1930-an. Penyebab terjadinya fenomena tersebut secara garis besar adalah Oversupply yang mengakibatkan permintaan agregat (AD) menurun, banyak buruh yang di-PHK sehingga bertambahnya tingkat pengangguran, yang membuat daya beli masyarakat semakin rendah bersama dengan permintaan agregat yang semakin rendah, kemudian terjadinya resesi (Great Depression 1930-an). Sangat penting kita mengetahui fenomena tersebut. Peristiwa itu salah satunya pernah terjadi yang membuat perekonomian dunia menjadi plummeted. Masih ada beberapa fenomena ekonomi lainnya yang pernah terjadi di dunia, seperti Stagflation tahun 1970, Monetary Crisis tahun 1998 di Asia, Global Financial Crisis tahun 2008, dan perekonomian dunia dengan adanya Covid-19. Kita akan mengupas sejarahnya satu per satu.
The Great Depression
Fenomena ekonomi yang pertama, telah terjadi kemunduran ekonomi di dunia yang bermula dari kemerosotan ekonomi di Amerika Serikat. Fenomena itu dikenal sebagai the Great Depresession. Pada kemerosotan itu, seperempat dari tenaga kerja di Amerika menganggur dan pendapatan nasionalnya merosot sangat tajam. Kemunduran ekonomi tersebut meluas ke berbagai negara industri maupun ke negara-negara miskin (Sukirno, 2011). Penyebab terjadinya fenomena tersebut secara garis besar adalah Oversupply yang mengakibatkan permintaan agregat (AD) menurun, banyak buruh yang di-PHK sehingga bertambahnya tingkat pengangguran, yang membuat daya beli masyarakat semakin rendah bersama dengan permintaan agregat yang semakin rendah, kemudian terjadinya resesi (Great Depression). Kondisi perekonomian dan sosial pada masa itu banyak masyarakat yang menganggur karena mereka diputus hubungan kerja oleh perusahaan sehingga daya beli masyarakat sangat menurun tajam bersama dengan permintaan agregat yang turun. Masyarakat pada masa itu sangat membutuhkan pekerjaan guna memenuhi kehidupannya. Dari kejadian itu menimbulkan dampak yaitu terjadi penurunan GDP yang sangat tajam, terjadi kelesuan perekonomian dunia. Solusi terhadap peristiwa tersebut perlu peran pemerintah dalam perekonomian dan selalu menekankan terhadap pengeluaran pemerintah.Stagflation
Setelah peristiwa the Great Depression, muncul fenomena Stagflation pada tahun 1970. Stagflasi berasal dari kata stagnan dan inflasi, yang berarti kejadian saat perekonomian tidak bergerak tetapi diikuti dengan inflasi dan pengangguran yang sangat tinggi. Fenomena ini terjadi karena dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu tingginya harga minyak pada saat itu, tingginya inflasi, tingginya tingkat pengangguran, dan terjadinya resesi. Kondisi perekonomian dan sosial pada masa itu banyak masyarakat yang menganggur, ketidakmampuan masyarakat dalam membeli suatu produk karena harga yang melambung tinggi. Dampak yang ditimbukan dari peristiwa ini adalah pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat sehingga mengalami kelesuan ekonomi. Solusi yang bisa diberikan adalah menerapkan teori Supply Side dengan meminimalisir intervensi pemerintah, biarkan ekonomi berjalan tanpa campur tangan pemerintah.Monetary Crisis
Dua puluh sembilan tahun setelah stagflasi, kini terjadi fenomena Monetary Crisis pada tahun 1998. Penyebab peristiwa ini adalah turunnya nilai mata uang Thailand (Baht), Filipina (Peso), Malaysia (Ringgit), dan Indonesia (Rupiah) (Salamah, 2001). Dalam teori Risiko Sistemik, terdapat dua hal penting yang menyebabkan sesuatu tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. Shock, guncangan dalam ekonomi saat itu seperti pemberian pinjaman kredit tanpa syarat yang lebih ketat. Vulnerability, suatu kerentanan atau variable yang mengikuti shock. Seperti Keterlambatan seseorang dalam mengembalikan pinjaman atau ketidakmampuan dalam mengembalikan pinjaman ke bank sehingga mekanismenya terhambat dan mengakibatkan shock. Kondisi perekonomian dan sosial pada masa itu turunnya nilai rupiah terhadap mata uang asing (dolar). Solusi dari peristiwa itu adalah dengan memberikan syarat yang lebih ketat terhadap pinjaman kepada peminjam, melakukan pengawasan produk derivative untuk sekuritisasi, pengontrolan suku bunga, serta pemerintah harus terlibat melakukan pengawasan dalam kredit.Global Financial Crisis
Pada tahun 2008, telah terjadi Global Financial Crisis. Terjadi karena para banker di Amerika Serikat dan beberapa banker negara-negara lain terlalu ekspansionistis tak terkendali dalam memberikan kreditnya kepada sektor properti, khususnya perumahan yang kurang produktif (Sihono, n.d.). Dikarenakan kenaikan suku bunga yang tinggi sehingga pembayaran cicilan rumah lebih mahal dan banyak masyarakat yang gagal bayar sehingga membuat perusahaan properti tidak mampu melunasi kepada pihak bank dan juga investor. Terjadilah subprime mortgage atau kredit perumahan yang berisiko tinggi (Sihono, n.d.). Kondisi masyarakat kelas bawah yang ingin mempunyai rumah dengan bantuan pinjaman sangat berisiko tinggi hingga mengakibatkan gagal bayar. Solusi dari peristiwa ini adalah dengan melakukan kredit ketat, guna meminimalisasi risiko mortgage yang semakin meluas.Covid-19
Fenomena krisis tahun 2008 telah berakhir, yang masih terjadi saat ini adalah gejolak perekonomian dengan adanya Covid-19. Kondisi perekonomian anjlok saat terjadinya wabah ini, hampir seluruh negara di belahan dunia juga mengalami anjloknya perekonomian di berbagai negara. Terjadi penurunan GDP yang membuat pendapatan nasional suatu negara juga mengalami penurunan akibat pendemi virus ini. Covid-19 berasal dari Wuhan, Cina. Perekonomian Cina sendiri mengalami penurunan sehingga mengakibatkan negara-negara yang menjalin hubungan kerja sama dengan Cina mengalami penurunan ekonomi, salah satunya adalah Indonesia. Dampak dari pendemi ini mengharuskan masyarakat produktif dari rumah. Terjadinya penurunan perekonomian yang masih membuat negara resah dengan kondisi perekonomiannya. Solusi dari peristiwa ini lebih produktif meskipun dari rumah. Produktif untuk segala aspek terutama guna membuat perekonomian tumbuh lagi.
Dari
beberapa fenomena ekonomi sepanjang sejarah di dunia, sangat membuat kondisi
negara menjadi terpuruk, perekonomian lesu, semakin banyak pengangguran. Selama
krisis dari tahun 1930 sampai tahun 2008, diakibatkan pada penerapan mekanisme
perekonomiannya. Kondisi ketika krisis terjadi adalah meningkatnya angka
pengangguran, daya beli masyarakat menurun, dan masyarakat yang membutuhkan
pekerjaan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pandangan Islam, mekanisme
pasar sangat membutuhkan peranan pemerintah sebagai pengawas guna mencegah
ketimpangan atau kecurangan sehingga dengan itu masalah perekonomian bisa
teratasi dan semoga bisa meminimalisir terjadinya krisis ekonomi.
Sumber:
Salamah, L. (2001). Lingkaran krisis ekonomi indonesia.
(2), 65–76.
Sihono, T. (n.d.). Krisis Finansial Amerika Serikat dan
Perekonomian Indonesia. 171–192.
Sukirno, S. (2011). MAKROEKONOMI Teori Pengantar.
Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Nah, beberapa fenomena ekonomi pernah terjadi di dunia ini dengan dampaknya yang sangat besar. Sesuatu yang pernah terjadi pasti ada penyebabnya, seperti yang telah terjadi saat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca, jangan lupa share ke temen-temen kalian supaya ilmu yang kalian dapat juga bisa bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, akan ada artikel yang bermanfaat lagi, check for the next post. Salam semua..
Nah, beberapa fenomena ekonomi pernah terjadi di dunia ini dengan dampaknya yang sangat besar. Sesuatu yang pernah terjadi pasti ada penyebabnya, seperti yang telah terjadi saat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca, jangan lupa share ke temen-temen kalian supaya ilmu yang kalian dapat juga bisa bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, akan ada artikel yang bermanfaat lagi, check for the next post. Salam semua..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar