Rabu, 13 Mei 2020

BUNGA DALAM PEREKONOMIAN

Mungkinkah Perekonomian Tanpa Bunga? 

        Telah dijelaskan dalam model yang dikembangkan mulai dari bentuk yang paling sederhana yaitu ekonomi satu orang sampai bentuk yang kompleks dengan jutaan orang, dengan dimasukkannya unsur uang, dan juga adanya pemerintah. Dan ternyata kita dapat menjelaskan dalam bentuk yang paling kompleks. Bunga uang tidak perlu dan tidak penting dalam model ekonomi. Bunga dapat dimasukkan ke model ekonomi ini, tapi sekali lagi tidak perlu. Dalam sub bahasan berikutnya akan dijelaskan bahwa memasukkan unsur  bunga dalam perekonomian sebenarnya merupakan penyederhanaan yang berlebihan (over simplication) dari konsep rate of profit dalam teori klasik Adam Smith.

Mengapa ada bunga dalam Perekonomian?

Homer dan Sylla menjelaskan bahwa bunga uang telah dikenal jauh sebelum Masehi, yaitu sejak zaman Sumeria dan Babylonia Purba tahun 3000 SM. Jadi umur konsep bunga telah teramat tua. Setua itu pula larangan mengenakan bunga, paling tidak larangan bunga dapat ditemukan di kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur’an.

Dalam sejarah ekonomi Eropa dibedakan antara usury dan interest. Usury didefinisikan sebagai kegiatan meminjamkan uang “where more is asked that is given”. Kata usury berasal dari kata benda dalam bahasa Latin ‘usura’ berarti “use”atau menggunakan sesuatu. Dalam hal ini yang dimaksud adalah menggunakan modal yang dipinjam, jadi usury ialah harga yang harus dibayar untuk menggunakan uang. 

Dalam bahasa arab usr berarti kesulitan. Mengambil riba dipercaya akan menimbulkan kesulitan.seperti yang tertuang dalam QS. An-nisa’(4): 160-161, yang artinya: “sebagaimana telah ditimpakan kepada kaum sebelumnya yang kepada mereka telah diharamkan hal yang tadinya halal dan baik karena mereka banyak menghalangi orang dari jalan Allah dan karena mereka memakan riba padahal telah diharamkan kepada mereka”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar