Ilmu Ekonomi

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2020

INFLASI (STABILITAS UANG DOMESTIK)

 

Sejarah Inflasi

 

Emas memberikan nilai pada suatu mata uang dan juga akseptabilitas di tempat lain. Dalam hal ini, sejarah perekonomian Kerajaan Byzantium menarik untuk dipelajari. Byzantium berusaha keras untuk mengumpulkan emas dengan melakukan ekspor komoditasnya sebanyak mungkin ke negara-negara lain dan berusaha mencegah impor dari negara-negara lain agar dapat mengumpulkan uang emas sebanyak-banyaknya.

Tetapi apa yang kemudian terjadi, pada akhirnya orang-orang harus makan, membeli pakaian, mengeluarkan biaya untuk transportasi, serta juga menikmati hidup sehingga mereka akan membelanjakan uang (kekayaan) yang dikumpulkannya tadi sehingga ahirnya malah menaikkan tingkat harga komoditasnya sendiri. Spanyol setelah era Conquistadores  juga mengalami hal yang sama, begitu juga dengan Inggris setelah perang dengan Napoleon. Pada masa kini, terutama setelah era kapitalisme dimulai, masalah yang sama tetap menjadi perbedaan para ekonom dan otoritas keuangan.

Apa yang menyebabkan semua itu terjadi, tidak ada satu sebab utama yang dapat disalahkan. Semuanya adalah akibat gabungan dari penurunan produksi pertanian, pajak yang berlebihan, depopulasi, manipulasi pasar, high labor cost,  pengangguran, kemewahan yang amat berlebihan, dan sebab-sebab yang lainnya, seperti perang yang berkepanjangan,embargo dan pemogokan pekerja.[1]

 

Teori Inflasi Konvensional

 

Inflasi adalah proses meningkatnya harga-harga barang secara umum dan terus menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.[2]

Definisi inflasi oleh para ekonom modern adalah kenaikan yang menyeluruh  dari jumlah uang yang harus dibayarkan (nilai unit perhitungan moneter) terhadap barang-barang atau komoditas dan jasa. Sebaliknya, jika yang terjadi adalah penurunan unit perhitungan moneter terhadap baramg-barang atau komoditas dan jasa didefinisikan sebagai deflasi (deflation).[3]

Inflasi diukur dengan tingkat inflasi (rate of inflation) yaitu tingkat perubahan dari tngkat harga secara umum. 

Pada umumnya, otoritas yang bertanggung jawab dalam mencatat statistik perekonomian suatu negara menggunakan Consumer Price Index atau CPI dan Producer Price Index  atau PPI sebagai pengukur tingkat inflasi. Hanya saja, kedua metode pengukuran tersebut mempunyai kelemahan-kelemahan, yang salah satunya adalah karena menggunakan kumpulan yang mewakili sebuah subset dari seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh keseluruhan perekonomian, sehingga index harga tersebut tidak merefleksikan secara akurat seluruh perubahan harga yang terjadi.

Para ekonom cenderung lebih senang menggunakan Implicit Gross Domestic Product Deflator atau GDP Deflator untuk melakukan pengkuran tingkat inflasi. Untuk mengetahui apa dan bagaimana inflasi, perlu dipahami bahwa uang mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut dalam perekonomian diantaranya adalah:

 

1.    Media pertukaran.

2.    Pengukur nilai

3.    Unit perhitungan dan akuntansi

4.    Penyimpan nilaI.

5.    Instrumen terms of payment.[4]

 

Sedangkan menurut Sadono Sukirno, dalam bukunya Makro Ekonomi (2011), menyebutkan fungsi uang diantaranya sebagai berikut:

 

1.    Untuk melancarkan kegiatan tukar menukar.

2.    Untuk menjadi satuan nilai

3.    Untuk ukuran bayaran yang ditunda.

4.    Sebagai alat penyimpan nilai.[5]

 

Menurut Ekawarman dan Fahruddiansyah Muslim, dalam bukunya Pengantar Teori Ekonomi Makro (2010), inflasi dapat digolongkan sebagai berikut:

1.    Penggolongan didasarkan pada parah tidaknya infasi.

 

a)   Inflasi ringan (dibawah 10% per tahun)

b)  Inflasi sedang (antara 10-30% per tahun)

c)   Inflasi berat (antara 30-100% per tahun)

d)  Hiperinflasi (diatas 100% per tahun)

 

2.    Penggolongan didasarkan pada sumber penyebabnya.

 

a)   Inflasi permintaan yaitu inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat akan barang terlalu kuat. Inflasi ini disebut demand pull inflation.

b)  Inflasi biaya yaitu inflasi ini timbul karena kenaikan ongkos produksi. Inflasi ini disebut cost push inflation atau supply inflation.

c)   Inflasi campuran yaitu gabungan dari kedua kombinasi antara tarikan permintaan dan dorongan biaya.

 

3.    Penggolongan inflasi yang didasarkan pada asalnya.

 

a)   Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation) yaitu inflasi ini semata-mata disebabkan dari dalam negeri. Adapun penyebabnya antara lain misalnya karena defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan pencetakan uang baru, kenaikan upah, gagal panen, dan lain-lain.

b)  Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported infaltion) yaitu inflasi yang disebabkan karena naiknya harga barang-barang import. Hal ini terjadi karena biaya produksi di luar negeri tinggi atau karena adanya kenaikan tarif import barang.[6]

 



[1] Adiwarman Azwar Karim, Ekonomi Makro Islam, edisi ketiga, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), hlm.133.

[2] Ekawarman dan Fahruddinsyah, Pengantar Teori Ekonomi Makro, (Jakarta: Gaung Persada, 2010), hlm. 152.

[3] Adiwarman Azwar Karim, ibid, hlm.135.

[4] Ibid, hlm.136.

[5] Sadono Sukirno, Makro Ekonomi: Teori Pengantar, Edisi Ketiga, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011), hal. 268.

 

[6] Ekawarman dan Fahruddinsyah, Pengantar Teori Ekonomi Makro, ibid, hlm.152.

 

Rabu, 27 Mei 2020

PENDAPATAN NASIONAL



Pendapatan Nasional (PN) adalah jumlah pendapatan yang diterima seluruh rumah tangga (RT) disuatu negara dari faktor-faktor produksi dalam satu periode tertentu, biasanya 1 tahun. Rumah Tangga (RT) terbagi menjadi 4 yaitu Rumah Tangga Konsumsi (RTK), Rumah Tangga Produksi (RTP), Pemerintah (Gov), Masyarakat Luar Negeri (LN).

1. Rumah Tangga Konsumsi adalah kelompok masyarakat yang mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan produsen.
2.  Rumah Tangga Produksi adalah kelompok masyarakat yang menghasilkan barang dan jasa.
3.  Pemerintah sebagai pengatur, mengamankan, mengendalikan perekonomian negara.
4. Masyarakat Luar Negeri adalah kelompok masyarakat yang mampu menjadi konsumen, produsen, investor, atau seorang ahli. Melakukan hubungan ekonomi karena suatu negara tidak bisa melakukan kegiatan ekonomi tanpa campur tangan negara lain.

Faktor-faktor produksi yang dimiliki Rumah Tangga Konsumsi diantaranya:

1. Sumber Daya Alam, faktor produksi ini akan menghasilkan imbalan atas sewa (Rent).
2. Sumber Daya Manusia, faktor produksi ini akan menghasilkan imbalan atas upah (Wage).
3. Sumber Daya Modal, faktor produksi ini akan menghasilkan imbalan atas bunga (Interest).
4. Wirausaha, faktor produksi ini akan menghasilkan imbalan atas keuntungan (Profit).

Konsep Pendapatan Nasional

  1. Produk Domestik Bruto (GDP)


  1. Produk Nasional Bruto (GNP)

Rumus = GDP - Produk netto LN


  1. Produk Nasional Netto (NNP)

Rumus = GNP - Penyusutan


  1. Pendapatan Nasional Netto (NNI)

Rumus = NNP - Pajak tidak langsung


  1. Pendapatan Perseorangan (PI)

Rumus = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )


  1. Pendapatan Disposibel (DI)

Rumus = PI - Pajak Langsung


Manfaat Pendapatan Nasional

1. Menilai perkembangan ekonomi suatu negara.
2. Menilai prestasi ekonomi suatu negara.
3. Membandingkan perekonomian dengan negara lain.
4. Mengetahui pertumbuhan ekonomi.
5. Membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
6. Menerangkan struktur perekonomian negara.

Perhitungan Pendapatan Nasional

1. Pendekatan Produksi
Penjumlahan dari semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh lapangan usaha pada suatu negara selama satu tahun.

Y= (P1 x Q1) + (P2 x Q2) + .... (Pn x Qn)

Y= Pendapatan Nasional
P1= Harga barang ke-1
Q1= Jenis barang ke-1
Pn= Harga barang ke-n

2. Pendekatan Pendapatan
Penjumlahan dari semua pendapatan yang diterima pemilik faktor produksi di suatu negara dalam satu tahun.

Y= r + w + i + p

r = pendapatan dari sewa
w = pendapatan dari upah, gaji
i = pendapatan dari bunga
p = pendapatan dari keuntungan perusahaan dan usaha perorangan

3. Pendekatan Pengeluaran
Penjumlahan dari semua pengeluaran yag dilakukan oleh semua pelaku ekonomi (rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan luar negeri) di suatu negara selama satu tahun.

Y= C + I + G + (X - M)

C = konsumsi (rumah tangga)
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor

Jumat, 22 Mei 2020

Siklus Bisnis (BUSINESS CYCLE) Kondisi Perekonomian



   Hallo Assalamu'alaikum semua.. kembali lagi di blog Dunia Ekonomi. Nah kali ini saya bakal membahas siklus bisnis. Bagaimana siklus bisnis di perekonomian itu?? Pada kondisi seperti apa? Langsung aja kita kupas satu per satu mengenai siklus bisnis. Check it out..
   
Sumber: Siklus Bisnis

1.         Kondisi perekonomian pada saat mencapai titik puncak
-          Kinerja ekonomi mencapai tingkat yang maksimum
Ciri-cirinya:
a.       Pencapaian GDP Potensial
-Kapasitas digunakan secara penuh
-Kelebihan permintaan faktor produksi dibanding penawaran
b.   Tekanan Inflasi
     - Banyak uang, permintaan produk meningkat, sedang penawaran produk relatif stabil. Bisa terjadi ketidakseimbangan permintaan dan penawaran, sehingga inflasi meningkat.
c.   Kemungkinan ledakan ekonomi
     - permintaan sangat tinggi sehingga GDP yang dihasilkan melebihi GDP potensialnya.
d. Pergeseran kurva
     Ketika perekonomian mencapai titik puncak, kurva AD akan bergeser ke kanan.

2.    Kondisi perekonomian saat di titik lembah
            -Kinerja ekonomi pada tingkat minimum
            Ciri-cirinya:
a.       Pencapaian GDP tidak Potensial
• kapasitas produksi tidak digunakan secara penuh, cenderung menganggur
• kelebihan permintaan faktor penawaran dibanding produksi
            b.   Tekanan Deflasi
- orang-orang tidak memiliki uang, permintaan produk menurun, sedangkan penawaran produk cenderung meningkat. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran → bisa menyebabkan Deflasi

c.  Kelesuan ekonomi
      - permintaan sangat rendah sehingga GDP yang dihasilkan dibawah GDP potensialnya. Resiko tinggi yang diakibatkan karena pelaku ekonomi merasa takut berinvestasi karena tidak adanya keyakinan atau keberhasilan usaha.
d.  Pergeseran kurva
     Ketika perekonomian mencapai titik lembah, kurva AD akan bergeser ke kiri.
           
3.    Kondisi perekonomian saat ekspansi
       -Kinerja ekonomi mengalami kenaikan
       Ciri-cirinya:
a.       Pencapaian GDP Potensial
- GDB riil dan produksi industri tumbuh
b.   Tekanan Inflasi.
             - Perekonomian biasanya menunjukkan overheating karena inflasi naik.
       c.    Kemungkinan ledakan ekonomi
             -Ledakan ekonomi terjadi pada periode ketika pertumbuhan ekonomi mulai menguji batasnya sebelum mencapai puncaknya.
d.   Pergeseran kurva
      Ketika perekonomian mengalami ekspansi, kurva AD akan bergeser ke kanan.

4.    Kondisi perekonomian saat kontraksi
       - Kinerja ekonomi mengalami penurunan
       Ciri-cirinya:
a.       Pencapaian GDP tidak Potensial
-Kapasitas yang digunakan mengalami penurunan
-Tingginya produksi tidak diikuti dengan tingginya konsumsi, sehingga adanya penumpukan stok barang.
            b.  Tekanan Inflasi
                 -Harga-harga komoditas menurun drastis, bisa mempengaruhi tingkat pendapatan dan laba perusahaan rendah. Akibatnya biaya produksi tidak tertutup karena biaya produksi tinggi dan harga menjadi naik, sehingga  jumlah produksi rendah. Serta menambah jumlah pengangguran.
          c.   Kelesuan ekonomi
- permintaan sangat rendah sehingga GDP yang dihasilkan menurun dari GDP potensialnya.
d.  Pergeseran kurva
      ketika perekonomian mengalami kontraksi (resesi), kurva AS akan bergeser ke kiri.
         
    Itulah siklus bisnis yang biasanya terjadi dalam perekonomian, ada empat kondisi perekonomian pada siklus bisnis dengan pembahasan yang tertuang didalamnya. Enjoyy..
         Terima kasih telah mengunjungi blog ini, semoga bermanfaat..

Kamis, 30 April 2020

Neraca Pembayaran Suatu Negara

Hallo Assalamu'alaikum temen-temen, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik selalu. Buat temen semua, kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan seputar Dunia Ekonomi. Nah, memang kehidupan ini tidak lepas dengan aspek Ekonomi. Karena hal itu, Ekonomi bagaikan penggerak apapun yang masuk didalamnya. Tapi, sebelum membahas mengenai ekonomi dalam kehidupan, kita perlu tau dulu nih mengenai teorinya. Apa aja? Salah satunya Neraca Pembayaran. Namun, yang masih bingung apa itu neraca pembayaran, langsung saja saya sajikan dibawah ini. Check it out...

Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah catatan devisa (transaksi ekonomi internasional) yang masuk dan devisa keluar yang dilakukan oleh  negara dengan negara lain dalam kurun waktu tertentu.
Tujuan dari neraca pembayaran diantaranya :
o   Dapat memberikan informasi kepada pemerintah mengenai posisi negara dalam perdagangan internasional.
o   Memberikan informasi mengenai posisi pembayaran internasional.
o   Membantu dalam menetapkan kebijakan fiskal dan moneter.
o   Alat untuk mengukur struktur dan komposisi transaksi ekonomi suatu negara dengan dunia internasional.
o   Untuk mengukur keadaaan perekonomian dan posisi keuangan internasional suatu negara.
Suatu neraca pembayaran dapat dibedakan menjadi dua bagian utama, yaitu neraca berjalan dan neraca modal.
A.    Neraca berjalan mencatat transaksi-transaksi berikut :
1.      Neraca perdagangan barang tampak
Transaksi ini meliputi hasil-hasil sektor pertanian, barang-barang produksi industri, dan barang-barang yang diproduksikan oleh sektor pertambangan dan berbagai jenis ekspor dan impor barang tampak lainnya. Neraca (yaitu perbedaan antara ekspor dan impor) dari perdagangan tampak – yaitu perdagangan dalam barang-barang tampak, dinamakan neraca perdagangan. Apabila nilai itu positif, ia berarti bahwa ekspor barang-barang tampak adalah melebihi impornya. Sebaliknya, apabila ia negatif maka ia berarti bahwa impor melebihi ekspor.
2.      Neraca jasa/barang tak tampak
Transaksi ini meliputi pembayaran biaya pengangkutan dan asuransi dari barang-barang tampak yang diekspor atau diimpor, pendapatan investasi (meliputi keuntungan, bunga keatas modal yang di investasikan, dan dividen). Neraca perdagangan tak tampak – yaitu nilai bersih ekspor dan impor jasa-jasa, dinamakan neraca jasa. Nilai neraca jasa sesuatu negara, yang positif berarti negara tersebut banyak menjual jasa-jasanya ke luar negeri. Apabila nilainya negatif (masalah ini juga dihadapi oleh neraca pembayaran Indonesia), ia berarti bahwa negara tersebut lebih banyak membeli jasa pihak-pihak luar negeri daripada menjual jasanya ke luar negeri.
3.      Neraca non balas jasa (transfer payment)
Transfer payment meliputi pembayaran pindahan yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta. Transaksi ini meliputi pembayaran dimana penerimanya tidak perlu membayar dalam bentuk uang atau jasa. Contoh-contoh dari pembayaran pindahan adalah bantuan uang suatu negara Arab ke Afganistan, atau bantuan bahan makanan Amerika Serikat ke penderita kelaparan di Afrika. Mengirimkan uang untuk membiayai perbelanjaan anak-anak bersekolah di luar negeri termasuk contoh lain.
B.     Neraca Modal
Neraca modal mencatat transaksi penerimaan atau pembayaran sehubungan dengan peminjaman dan penanaman modal (ekspor dan impor modal) yang terjadi di antara dua negara atau lebih baik untuk investasi jangka pendek atau jangka panjang. Dalam neraca modal ini meliputi dua golongan transaksi yaitu :
1)        Aliran Modal Jangka Panjang
Pada aliran modal jangka panjang ini meliputi 2 jenis aliran modal yaitu :
a)    Aliran Modal Resmi : pinjaman dan pembayaran antara badan – badan pemerintah suatu negara dengan negara lain.
b)   Aliran Investasi Langsung : penanaman modal langsung yaitu investasi yang bergerak seperti mendirikan perusahaan – perusahaan terutama perindustrian.
Modal jangka panjang yang dibelanjakan diperoleh dari negara asal perusahaan tersebut. Perbedaan diantara modal jangka panjang yang dibayarkan keluar negeri dinamakan neraca modal jangka panjang. Apabila neraca bernilai positif, maka modal jangka panjang yang diterima dari luar negeri lebih banyak dari yang dibayarkan keluar negeri. Aliran ini pun membantu memperkukuh neraca pembayaran serta meningkatkan  perbelanjaan pembangunan pemerintah dan investasi faktor swasta.
2)   Aliran Modal Keuangan Swasta
Modal swasta (hot money) adalah aliran-aliran modal dalam bentuk tabungan atau investasi  keuangan yang dapat dengan cepat ditukarkan kembali kepada valuta asal atau valuta lainnya. Dinamakan hot money karena uang tersebut dapat mengalir dengan mudah dan cepat dari suatu negara ke negara lain. Uang tersebut biasanya meliputi uang yang diinvestasikan dalam pasar uang atau pun pasar modal untuk mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut.

Teori Para Ekonom
Menurut Sadono Sukirno, neraca pembayaran adalah suatu catatan aliran keuangan yang menunjukkan nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan diantara suatu negara dengan negara lain dalam suatu tahun tertentu.
Menurut Jamli, dalam perkembangan teori klasik, teori neraca pembayaran dibagi dalam dua pendekatan, yakni: 
1.   Pendekatan Elastisitas
Pendekatan elastisitas adalah pendekatan yang menganalisis nilai tukar dan tingkat bunga memberikan dampak terhadap neraca pembayaran yang bergantung pada elastisitas penawaran dan permintaan nilai tukar dan barang luar negeri. Perubahan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing (devaluasi dan revaluasi) diharapkan mampu memperbaiki neraca pembayaran melalui elastisitas permintaan barang ekspor dari negara lain, di mana apabila semakin besar permintaan akan barang ekspor suatu negara maka devaluasi akan semakin efektif.
2.   Pendekatan Absorpsi
Pendekatan adsorbsi adalah gabungan dari perubahan kurs, pendapatan, dan pengeluaran untuk memperbaiki neraca pembayaran dengan memulihkan keseimbangan eksternal. Apabila devaluasi menyebabkan meningkatnya produk nasional dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan bertambah besarnya peningkatan daya absorpsi, maka neraca pembayaran akan bertambah baik, akan tetapi kalau terjadi sebaliknya, maka neraca pembayaran justru akan memburuk sebagai akibat adanya kebijakan devaluasi.

Menurut Krugman, Obstfeld, dan Melitz (2013), neraca pembayaran menyediakan gambaran detail semua transaksi antarnegara. Transaksi barang dan jasa dicatat dalam neraca berjalan. Sementara itu, penjualan dan pembelian aset dicatat dalam neraca modal.

Sekian penjelasan singkat mengenai neraca pembayaran, semoga bermanfaat bagi temen-temen. Jangan lupa berikan komentar supaya penulis lebih giat lagi mengembangkan konten-kontennya. Terima Kasih, Wassalamu'alaikum wr wb..

Rabu, 29 April 2020

Peran, Tujuan, dan Sejarah Perkembangan Ekonomi Makro

Hallo Assalamu'alaikum temen-temen, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik selalu. Buat temen semua, kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan seputar Dunia Ekonomi. Nah, memang kehidupan ini tidak lepas dengan aspek Ekonomi. Karena hal itu, Ekonomi bagaikan penggerak apapun yang masuk didalamnya. Tapi, sebelum membahas mengenai ekonomi dalam kehidupan, kita perlu tau dulu nih mengenai teorinya. Apa aja? Teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro. Namun, pernah ngga sih kita berpikir bagaimana si sejarahnya perkembangan Ekonomi Makro itu? Langsung saja saya sajikan dibawah ini. Check it out...

Sejarah Perkembangan Ekonomi Makro
            Sebelum mengetahui sejarah perkembangan ekonomi makro, ada sedikit pengantar dari mikro ke makroekonomi. Terdapat aspek yang membedakan keduanya yaitu dari analisis yang dibuat. Pada mikroekonomi yang dianalisis adalah kegiatan konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar. Sedangkan analisis makroekonomi lebih menyeluruh, yang diperhatikan adalah tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan keseluruhan pengusaha dan perubahan-perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi.

          Perkembangan teori makroekonomi terjadi saat kemunduran ekonomi diseluruh dunia, bermula dari kemerosotan ekonomi di Amerika Serikat pada tahun 1929-32. Kita menyebutnya “Great Depression”. Terjadi banyak pengangguran dan pendapatan nasionalnya merosot sangat tajam. Muncul ahli ekonomi Inggris yang terkemuka pada masa tersebut, yaitu John Maynard Keynes. Beliau  mengemukakan pandangan dan menulis buku yang berjudul: The General Theory of Employment, Interest and Money dan diterbitkan pada tahun 1936. Buku tersebut menekankan pentingnya intervensi pemerintah dalam bentuk belanja publik untuk mengurangi pengangguran. Paham ini dinamakan Keynesian Economics. Namun pandangan tersebut dibantah oleh Milton Friedman (periah NOBEL Ekonomi tahun 1976) yang mengatakan bahwa intervensi pemerintah hanya akan membuat ekonomi menjadi tidak efisien. Kemudian muncul Free Market atau Pasar Bebas dimana pemerintah tidak banyak mengatur dan membiarkan perekonomian diatur oleh invisible hand (mekanisme pasar).
            Pandangan utama Teori Keynes mengemukakan beberapa kritik kepada ahli-ahli ekonomi Klasik mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian. Kritik-kritik tersebut menunjukkan kelemahan-kelemahan yang menjadikan landasan keyakinan ahli ekonomi Klasik bahwa penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang teguh selalu dicapai. Keynes berpendapat bahwa pengeluaran agregat, yaitu perbelanjaan masyarakat ke atas barang dan jasa adalah factor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai suatu negara dan dalam sistem pasar bebas, penggunaan tenaga kerja penuh tidak selalu tercipta dan diperlukan usaha serta kebijakan pemerintah untuk menciptakan tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang teguh.

Peran Pemerintah dalam Ekonomi
Aspek penting yang menjadi titik tolak analisis dalam makroekonomi adalah pandangan bahwa system pasar bebas tidak selalu dapat mewujudkan (i) penggunaan tenaga kerja penuh, (ii) kestabilan harga-harga, dan (iii) pertumbuhan ekonomi yang teguh. Setiap perekonomian akan selalu mengalami pengangguran, kenaikan harga-harga, dan pertumbuhan ekonomi yang tidak teguh. Masalah-masalah ini menimbulkan akibat buruk kepada masyarakat dan harus dihindari. Dari masalah tersebut kebijakan-kebijakan pemerintah dapat dijalankan untuk mengatasi masalah tersebut. Sebelum membahas tentang kebijakan pemerintah, ada beberapa fungsi pemerintah dalam tata kelola ekonomi makro, (a) fungsi stabilisasi, yakni dalam upaya menciptakan stabilitas ekonomi, sosial, politik, hukum, pertahanan dan keamanan, (b) fungsi alokasi, yakni dalam rangka menyediakan barang dan jasa publik, sebagai contoh pembangunan jalan raya, penyediaan fasilitas penerangan, gedung sekolah, dan infrastruktur lain, dan (c) fungsi distribusi, yakni dalam upaya mewujudkan pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat. 
Pemerintah bisa menjadi pengawas pasar guna menjamin berjalannya mekanisme pasar secara sempurna. Rasulullah SAW sendiri pernah menjalankan fungsi sebagai pengawas pasar (al Hisbah). Tujuannya adalah untuk memerintahkan apa yang disebut sebagai kebaikan dan mencegah apa yang secara umum disebut sebagai keburukan di dalam wilayah yang menjadi kewenangan pemerintah untuk mengaturnya, mengadili dalam wilayah umum khusus lainnya, yang tak bisa dijangkau oleh institusi biasa.

Kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi diantaranya kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan bukan fiskal dan kebijakan bukan moneter. Kebijakan fiskal  merupakan langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan dalam sistem pajak atau dalam perbelanjaannyan dengan maksud untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi. Kebijakan moneter merupakan langkah-langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang yang beredar dan suku bunga dalam perekonomian. Serta kebijakan bukan fiskal dan bukan moneter seperti pemerintah melakukan intervensi harga pasar.

      Tujuan Ekonomi Makro
   Ekonomi makro digunakan untuk memahami atau menyelesaikan masalah perekonomian secara keseluruhan dan sebagai alat analisis dalam menentukan arah-arah kebijakan seperti pertumbuhan ekonomi, kestabilan harga, masalah tenaga kerja atau menyeimbangkan neraca pendapatan. Berikut tujuan diterapkannya kebijakan pada ekonomi makro, diantaranya:
A.      Meningkatkan kapasitas produksi nasional
B.      Meningkatkan kesempatan kerja
C.      Memegang kendali laju inflasi
D.     Meningkatkan tingkat pendapatan nasional
E.      Menjaga perekonomian tetap stabil
F.       Menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri
G.     Memeratakan distribusi pendapatan
H.     Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

      Sistem Perekonomian di Indonesia
Sistem perekonomian adalah sistem untuk mengalokasikan sumber daya yang dikuasainya baik perorangan ataupun instansi di negara itu. Yang membedakan sistem dengan yang lainnya adalah bagaimana cara mengelola faktor produksinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sistem  perekonomian, antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi.
Indonesia pernah menerapkan sistem ekonomi liberal pada masa orde lama, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis. Mulai dari orde baru, sistem perekonomian Indonesia berubah menjadi sistem ekonomi demokrasi, tetapi hanya bertahan sampai reformasi. Setelah reformasi, Indonesia memiliki sistem ekonomi kerakyatan sebagai sistem perekonomian.
Sistem Ekonomi Demokrasi merupakan suatu sistem perekonomian yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Dari, oleh, dan untuk rakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Dalam hal ini negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Sistem Ekonomi Demokrasi memiliki ciri-ciri positif diantaranya :
1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
2. Sumber daya alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.
3. Perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan.
4. Hak perorangan diakui
5. Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Meskipun sistem ekonomi demokrasi ini memiliki banyak ciri-ciri positif, tentunya sistem ini juga memiliki ciri-ciri negatif diantaranya :
1.      Persaingan bebas yang dapat menghancurkan perekonomian dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia.
2.      Persaingan tidak sehat dalam bentuk monopoli


     Nahh.. Itulah sekilas mengenai perkembangan ekonomi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca. Jangan lupa beri komentar supaya konten yang dibuat lebih bermanfaat lagi dan penulis lebih semangat lagi dalam penulisan. Terima kasih, Wassalamu'alaikum wr wb..