Dampak Uang pada Sisi Permintaan: Money Illusion dan Pola Konsumsi
Dalam ekonomi makro islami, perbedaan pada sisi permintaan terasa ada dampaknya ketika dimasukkannya unsur uang pada teori optimalisasi. Efek akhir perubahan merupakan kombinasi dari efek substitusi dan efek perubahan pendapatan. Efek substitusi terjadi akibat perubahan harga relatif yang akan mengubah kemiringan (slope), sehingga titik singgung dengan kurva utilitas juga berubah. Sedangkan efek pendapatan terjadi akibat pergeseran budget line secara paralel. Efek substitusi dan efek perubahan pendapatan akan berbeda untuk tiap jenis barang seperti normal goods, inferior goods dan giffen goods.
1.
Normal
Goods
Normal goods adalah jenis barang yang apabila pendapatan bertambah maka jumlah barang yang dikonsumsi juga bertambah. Pada normal goods, efek substitusi dan efek pendapatan bergerak secara bersamaan. Artinya, jika terjadi penurunan harga maka pergerakan efek substitusi akan menyebabkan jumlah barang yang dikonsumsi meningkat. Sebaliknya, bila harga barang naik setiap pergerakan efek substitusi maupun pergerakan efek pendapatan akan menurunkan jumlah barang yang dikonsumsi.
2.
Inferior
Goods
Inferior goods adalah kebalikan dari
normal goods dimana jumlah barang yang dikonsumsi akan berkurang bila
pendapatan bertambah. Pada inferior goods, efek substitusi dan efek pendapatan
bergerak secara berlawanan. Artinya jika terjadi penurunan harga barang X, maka
harga relatif berkurang dan pendapatan rill meningkat, sehingga pergerakan
karena efek substitusi akan menyebabkan jumlah barang yang dikonsumsi meningkat
sedangkan pergerakan yang disebabkan oleh efek pendapatan akan menurunkan
jumlah barang yang dikonsumsi.
Sebaliknya, bila harga barang X naik, maka harga relatif bertambah dan pendapatan rill berkurang, sehingga pergerakan efek substitusi akan menyebabkan jumlah barang yang dikonsumsi berkurang. Sedangkan pergerakan yang disebabkan oleh efek pendapatan akan meningkatkan jumlah barang yang dikonsumsi.
3.
Giffen
Goods
Giffen goods adalalah inferior goods
yang efek pendapatannya lebih besar daripada efek substitusi. Giffen goods
sangat jarang terjadi didunia. Pada giffen goods, harga dan jumlah barang yang
dikonsunsi berhubungan secara positif. Artinya jika harga barang naik maka
jumlah barang yang dikonsumsui juga naik. Sebaliknya jika harga turun maka
jumlah barang yang dikonsumsi juga turun.
Bila kenaikan pendapatan benar-benar
terjadi sehingga meningkatkan daya beli, maka perubahan pola permintaan barang
akan berubah sesuai dengan jenis barangnya. Untuk normal goods,
permintaan keduannya meningkat, untuk inferior goods lebih kecil,
permintaan keduanya juga meningkat meskipun kenaikan permintaan inferior
goods lebih kecil daripada kenaikan permintaan lebih kecil, untuk giffen
goods, permintaan giffen goods menurun dengan naiknya pendapatan.
Namun, bila kenaikan pendapatan tersebut sekedar kenaikan nominal income,
maka yang terjadi adalah money illusion. Akibatnya pola permintaan
barang berubah meskipun sebenarnya tidak ada perubahan pada budget line.
Dalam konsep makro ekonomi islami, money
illusion tidak akan terjadi. Pertama, bila uang yang digunakannya adalah
dinar dan dirham, maka secara alami tidak akan terjadi money illusion.
Kedua, bila uang yang digunakannya adalah fiat money (uang kertas, uang
logam) maka syarat penggunaan uang jenis ini adalah pemerintah wajib menjaga
nilainya. Artinya, pemerintah boleh menambah jumlah uang yang beredar dengan
syarat nilainya tidak boleh berubah, sehingga money illusion tidak
terjadi.
B. Dampak Uang pada Sisi Penawaran: Money Illusion dan pilihan Teknologi
Pada sisi penawaran dampak
dimasukkannya unsur uang terasa pada teori biaya khususnya ketika optimalisasi
penggunaan input. Untuk mudahnya misalnya fungsi produksi hanya terdiri dari
dua jenis input yaitu tenaga kerja (labor, L) dan modal (Kapital, K). Harga
tenaga kerja L adalah w dan harga modal K adalah adalah r.
Marjinal productivity tenaga kerja adalah MPL dan marginal productivity
modal adalah MPK.
Selama MPL > w maka
penggunaan tenaga kerja menguntungkan untuk terus ditambah karena tambahan 1
unit tenaga kerja menghasilkan nilai output yang lebih besar daripada harga
input w. Begitu pula selama MPK > r maka penggunaan
modal masih menguntungkan untuk terus ditambah karena tambahan 1 unit modal
menghasilkan nilai output yang lebih besar daripada harga input r.
Sekarang katakanlah pemerintah mencetak
uang baru yang menimbulkan efek inflasi sehingga terjadi money illusion.
Kenaikan jumlah uang yang beredar diantisipasi oleh pekerja akan menimbulkan
inflasi, sehingga pekerja menuntut adanya kenaikan gaji.
Di negara-negara berkembang termasuk
indonesia juga didorong oleh proses pengalihan teknologi usang dari negara maju
ke negara berkembang. Barang-barang modal seperti mesin-mesin yang telah usang
teknologinya karena telah ditemukan teknologi yang lebih baru djual dengan
harga murah ke negara-negara berkembang. Secara makro pertumbuhan ekonomi
meningkat namun pertumbuhan pengangguran juga meningkat meskipun pertumbuhan
penduduk konstan. Dalam konsep makro ekonomi islami, hal ini tidak terjadi.
Karena, yang pertama bila sistem yang digunakan adalah sistem upah (ijarah atau
ju’alah) maka money illusion ini tidak akan terjadi. Kedua, islam juga
mengenal sistem bagi hasil yang dapat mendorong produktivitas.
C. Dampak Pemerintah pada Sisi Permintaan: Keynesian Economics
Pada tahun 1936, John Maynard Keynes
menjawab pertanyaan tentang penyebab Great Depression dalam bukunya The
General Theory of Employment, Interest and Money. Keynes menerangkan bahwa
pemerintah harus melakukan campur tangan dalam mengendalikan perekonomian
nasional dengan kebijakan-kebijakan secara aktif sehingga mempengaruhi gerak
perekonomian. Keynes juga menyatakan bahwa bukan hanya penawaran agregat saja
yang menentukan pendapatan nasional, tapi juga permintaan agregat, misalnya
dengan menurunkan pajak, meningkatkan belanja pemerintah.
Pentingnya peranan pemerintah dalam
perekonomian sebenarnya telah diungkapkan oleh Ibn Khaldun beratus tahun yang
lalu. Ibn Khaldun mengatakan bahwa pemerintah adalah pasar terbesar, ibu dari
semua pasar dalam hal besarnya pendapatan dan penerimaannya. Negara adalah
faktor produksi terpenting dimana produksi bergantung pada penawaran dan
permintaan terhadap produk.
Bagi Ibn Khaldun, sisi pengeluaran
keuangan publik sangatlah penting. Pada satu sisi sebagian dari pengeluaran
penting bagi aktivitas lain. Tanpa infrastruktur yang disiapkan oleh negara,
mustahil terjadi populasi yang besar dan tanpa ketertiban dan kestabilan
politik, produsen tidak memiliki insentif untuk berproduksi. Mereka takut
kehilangan tabungan dan labanya karena kekacauan dalam negaranya. Pada sisi
lain pemerintah menjalankan fungsi terhadap sisi permintaan pasar. Dengan
permintaannya pemerintah memicu produksi. Jika pemerintah menghentikan
belanjanya krisis akan terjadi. Oleh karena itu, semakin banyak yang
dibelanjakan oleh pemerintah semakin baik akibatnya bagi perekonomian.
Kebijakan fiskal dengan meningkatkan pembangunan
infrastuktur juga telah diterapkan pada zaman pemerintahan Khulafaur Rasyidin,
antara lain di zaman pemerintahan Umar bin Khattab dimana kota Kuffah dan
Basrah dibangun atas perintahnya termasuk pembangunan dan pelebaran jalan.
D. Dampak Pemerintah Pada Sisi Penawaran: Supply Side Economics
Supply Side Economics adalah penciptaan insentif kepada individual dan perusahaan guna menigkatkan produktivitas. Cara yang banyak dilakukan adalah dengan pengurangan pajak sehingga memberikan insentif untuk bekerja lebih keras, berinvestasi lebih banyak. Akibatnya terjadi peningkatan agregat penawaran (aggregate supply) jangka pendek dan akhirnya peningkatan pendapatan negara serta penurunan tingkat harga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar