Kamis, 30 April 2020

Industri Halal dalam Membangun Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia


Hallo Assalamu'alaikum semuanya.. postingan kali ini mengenai artikel populer nih. Tentang Sektor Industri Halal yang menjadi pangsa pasar berbasis Syariah yang sangat besar di Indonesia. Menjadi pangsa pasar tidaklah mudah teman-teman, adanya kegigihan dalam mengembangkan dan meningkatkan sektor tersebut supaya produk dan jasanya eksis di masyarakat. Tanpa bicara panjang lebar, langsung saja saya sajikan artikel yang membahas Industri Halal menjadi peluang dalam membangun pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Check it out...
Industri Halal dalam Membangun Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
  
Indonesia merupakan negara yang menjadi ukuran pangsa pasar produk dan jasa yang berbasis syariah yang sangat besar[1]. Dalam hal ini Indonesia menempati posisi 10 besar menurut Global Islamic Economy (GIE) Index[2], namun hanya sektor pariwisata halal dengan skor 65 dan fashion Muslim dengan skor 34 menurut GIE. Kondisi  industri Syariah Indonesia saat ini menunjukkan sebagian besar konsumsi masyarakat masih dipasok dari produk-produk impor[3]. Meskipun masih dalam pasokan impor dari negara lain, Indonesia mampu tembus di kancah Asia pada sektor industri Syariah. Tentu pencapaian yang sangat bagus, apalagi Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia sudah seharusnya menjadi sentra perkembangan industri Syariah di dunia. Potensi yang dimiliki Indonesia sudah ada, hanya saja perlu strategi yang tepat supaya Indonesia menjadi pusat industri Syariah yang terkemuka di dunia.
Strategi untuk menjadi pusat industri Syariah di dunia adalah dengan penguatan rantai nilai halal[4] (halal value chain) sesuai dengan yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Di dalamnya terdapat beberapa industri Syariah yang dapat mendongkrak kebutuhan masyarakat Muslim. Industri Syariah Indonesia di beberapa sektor yaitu Makanan dan Minuman Halal, Pariwisata Halal, Fashion Muslim, Media dan Rekreasi Halal, dan Farmasi dan Kosmetik Halal. Kita akan bahas satu persatu.
Makanan dan minuman halal, dua hal ini menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia. Makanan halal di Indonesia berlimpah ruah, terutama di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam[5]. Makanan dan minuman memiliki ciri khas Nusantara, seperti rendang, gulai dan kekhasan daerah lainnya yang menggugah selera. Sehingga menjadi daya tarik masyarakat dunia untuk datang ke Indonesia[6]. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi 15 besar.
Pariwisata halal, sektor ini juga sangat menonjol di Indonesia. Dengan banyak tempat wisata yang nan indah dan juga menjadi destinasi wisata ramah Muslim[7]. Indonesia masih berusaha mengembangkan lebih lanjut pariwisata halal, yang tujuannya menarik wisatawan terutama dari luar negeri. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi keempat. Sangat potensial dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.
Fashion Muslim, busana muslim menjadi daya tarik para perancang dan umat Islam di berbagai belahan dunia[8]. Indonesia menjadi acuan perkembangan hal tersebut. Sejumlah perancang busana muslim lahir dan tumbuh di Indonesia. Pada sektor ini, bisa dikatakan tren yang menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persaudaraan umat Muslim[9]. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi kedua. Masyarakat yang sangat memperhatikan busana muslim mereka sehingga menjadi peluang industri fashion muslim.
Media dan rekreasi halal, industri kreatif bernuansa Muslim menjadi daya tarik masyarakat Indonesia[10]. Di antaranya berupa film dan animasi yang bermula dari novel[11]. Contohnya adalah Ayat-Ayat Cinta. Film ini menyedot perhatian masyarakat nasional. Perlu hubungan kerja sama dengan negara lain dalam melakukan kegiatan sektor ini. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi 20 besar.
Farmasi dan kosmetik halal, produk obat-obatan dan kosmetik kini semakin menjadi daya tarik jika berlabelkan halal[12]. Terlihat jelas pada sikap umat Islam terhadap vaksin meningitis yang sempat menggegerkan masyarakat. Ketika dengar bahwa vaksin itu mengandung unsur babi[13], maka masyarakat ramai-ramai menolaknya. Itu mengapa pentingnya memberikan label halal pada suatu produk. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi 20 besar.
Beberapa industri Syariah Indonesia yang mampu bersaing masih sebagian kecil, tentunya menjadi tugas kita sebagai masyarakat harus mampu mendongkrak pertumbuhan dan perkembangan industri Syariah. Sektor pariwisata halal sudah berada di posisi yang bagus, perlu adanya rasa untuk mempertahankan atau adanya peningkatan agar Indonesia menjadi pusat destinasi wisatawan mancanegara. Pada sektor fashion muslim, Indonesia menduduki posisi kedua setelah UAE. Perkembangan sektor ini sangat pesat di berbagai wilayah Indonesia, penduduk yang mayoritas Muslim sangat memperhatikan dalam berpakaian mereka. Perlu dipertahankan sektor ini karena bisa mendorong perusahaan-perusahaan untuk memproduksi barang lebih banyak lagi. Untuk sektor lainnya masih perlu adanya inovasi baru untuk tembus 10 besar peringkat GIE. Industri Syariah Indonesia sudah sangat bagus mampu bersaing dengan negara-negara di Asia. Dengan dukungan dan implementasi dari masyarakat Indonesia, Industri Syariah menempati posisi yang bagus dalam beberapa sektor yang sudah mampu bersaing di kancah Asia. Penguatan nilai halal dari beberapa sektor industri Syariah di Indonesia bisa dibilang kompetitif. Dengan mengelola sumber daya yang ada, masyarakat mampu menjadikan beberapa sektor industri Syariah tembus di kancah Asia. Sebuah pencapaian yang sangat bagus, dengan hal itu masyarakat mancanegara pasti akan melirik Indonesia di beberapa sektornya. Tentunya hal tersebut menjadi potensi angka peningkatan pertumbuhan Indonesia dalam mendongkrak GDP Indonesia dengan support dari pihak pemerintah[14]. Untuk itu, masyarakat Indonesia harus mempertahankan industri Syariah Indonesia yang sudah dicatatkan di GIE. Mempertahankan apa yang sudah dikembangkan sampai pada tingkat sekarang. Supaya Indonesia dipandang sebagai negara dengan sektor industri Syariah yang maju dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisatawan mancanegara serta mewujudkan Indonesia menjadi pusat Industri Syariah dunia, sehingga banyak yang tertarik untuk berkunjung ke negara kita


Referensi
[1] Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2014
[2] Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2014
[3] Analisis Sikap Konsumen Terhadap Produk Fashion Lokal dan Impor
[4] Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2024
[5] Penerapan Sistem Jaminan Halal Pada UKM Bidang Olahan Pangan
[6] Penerapan Sistem Jaminan Halal Pada UKM Bidang Olahan Pangan
[7] Potensi dan Prospek Wisata Halal Dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah (Studi Kasus: Nusa Tenggara Barat)
[8] Tren Busana Muslimah Dalam Perspektif Bisnis Dan Dakwah
[9] Tren Busana Muslimah Dalam Perspektif Bisnis Dan Dakwah
[10] Strategi Komunikasi dalam Membangun Awareness Wisata Halal di Kota Bandung
[11] Strategi Komunikasi dalam Membangun Awareness Wisata Halal di Kota Bandung
[12] Kosmetika Halal atau Haram serta Sertifikasinya
[13] Kosmetika Halal atau Haram serta Sertifikasinya
[14] Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar