Hallo Assalamu'alaikum semuanya.. postingan kali ini mengenai artikel populer nih. Tentang Sektor Industri Halal yang menjadi pangsa pasar berbasis Syariah yang sangat besar di Indonesia. Menjadi pangsa pasar tidaklah mudah teman-teman, adanya kegigihan dalam mengembangkan dan meningkatkan sektor tersebut supaya produk dan jasanya eksis di masyarakat. Tanpa bicara panjang lebar, langsung saja saya sajikan artikel yang membahas Industri Halal menjadi peluang dalam membangun pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Check it out...
Industri Halal dalam Membangun Pertumbuhan Ekonomi di
Indonesia
Indonesia
merupakan negara yang menjadi ukuran pangsa pasar produk dan jasa yang berbasis
syariah yang sangat besar[1]. Dalam hal
ini Indonesia menempati posisi 10 besar menurut Global Islamic Economy (GIE)
Index[2], namun
hanya sektor pariwisata halal dengan skor 65 dan fashion Muslim dengan skor 34
menurut GIE. Kondisi industri Syariah
Indonesia saat ini menunjukkan sebagian besar konsumsi masyarakat masih dipasok
dari produk-produk impor[3]. Meskipun masih dalam pasokan impor
dari negara lain, Indonesia mampu tembus di kancah Asia pada sektor industri
Syariah. Tentu pencapaian yang sangat bagus, apalagi Indonesia sebagai negara
berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia sudah seharusnya menjadi sentra
perkembangan industri Syariah di dunia. Potensi yang dimiliki Indonesia sudah
ada, hanya saja perlu strategi yang tepat supaya Indonesia menjadi pusat
industri Syariah yang terkemuka di dunia.
Strategi untuk menjadi pusat
industri Syariah di dunia adalah dengan penguatan rantai nilai halal[4] (halal value chain) sesuai dengan yang
tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Di dalamnya
terdapat beberapa industri Syariah yang dapat mendongkrak kebutuhan masyarakat
Muslim. Industri Syariah Indonesia di beberapa sektor yaitu Makanan dan Minuman
Halal, Pariwisata Halal, Fashion Muslim, Media dan Rekreasi Halal, dan Farmasi
dan Kosmetik Halal. Kita akan bahas satu persatu.
Makanan dan minuman halal, dua hal
ini menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia. Makanan halal di
Indonesia berlimpah ruah, terutama di daerah yang mayoritas penduduknya
beragama Islam[5].
Makanan dan minuman memiliki ciri khas Nusantara, seperti rendang, gulai dan
kekhasan daerah lainnya yang menggugah selera. Sehingga menjadi daya tarik
masyarakat dunia untuk datang ke Indonesia[6]. Pada sektor ini, Indonesia
menempati posisi 15 besar.
Pariwisata halal, sektor ini juga
sangat menonjol di Indonesia. Dengan banyak tempat wisata yang nan indah dan
juga menjadi destinasi wisata ramah Muslim[7]. Indonesia masih berusaha
mengembangkan lebih lanjut pariwisata halal, yang tujuannya menarik wisatawan
terutama dari luar negeri. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi keempat.
Sangat potensial dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.
Fashion Muslim, busana muslim
menjadi daya tarik para perancang dan umat Islam di berbagai belahan dunia[8].
Indonesia menjadi acuan perkembangan hal tersebut. Sejumlah perancang busana
muslim lahir dan tumbuh di Indonesia. Pada sektor ini, bisa dikatakan tren yang
menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persaudaraan umat Muslim[9].
Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi kedua. Masyarakat yang sangat
memperhatikan busana muslim mereka sehingga menjadi peluang industri fashion
muslim.
Media dan rekreasi halal, industri
kreatif bernuansa Muslim menjadi daya tarik masyarakat Indonesia[10]. Di
antaranya berupa film dan animasi yang bermula dari novel[11]. Contohnya adalah Ayat-Ayat
Cinta. Film ini menyedot perhatian masyarakat nasional. Perlu hubungan kerja
sama dengan negara lain dalam melakukan kegiatan sektor ini. Pada sektor ini,
Indonesia menempati posisi 20 besar.
Farmasi dan kosmetik halal, produk
obat-obatan dan kosmetik kini semakin menjadi daya tarik jika berlabelkan halal[12].
Terlihat jelas pada sikap umat Islam terhadap vaksin meningitis yang sempat
menggegerkan masyarakat. Ketika dengar bahwa vaksin itu mengandung unsur babi[13],
maka masyarakat ramai-ramai menolaknya. Itu mengapa pentingnya memberikan label
halal pada suatu produk. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi 20 besar.
Beberapa industri Syariah Indonesia yang mampu
bersaing masih sebagian kecil, tentunya menjadi tugas kita sebagai masyarakat
harus mampu mendongkrak pertumbuhan dan perkembangan industri Syariah. Sektor
pariwisata halal sudah berada di posisi yang bagus, perlu adanya rasa untuk mempertahankan
atau adanya peningkatan agar Indonesia menjadi pusat destinasi wisatawan
mancanegara. Pada sektor fashion muslim, Indonesia menduduki posisi kedua
setelah UAE. Perkembangan sektor ini sangat pesat di berbagai wilayah
Indonesia, penduduk yang mayoritas Muslim sangat memperhatikan dalam berpakaian
mereka. Perlu dipertahankan sektor ini karena bisa mendorong
perusahaan-perusahaan untuk memproduksi barang lebih banyak lagi. Untuk sektor
lainnya masih perlu adanya inovasi baru untuk tembus 10 besar peringkat GIE.
Industri Syariah Indonesia sudah sangat bagus mampu bersaing dengan
negara-negara di Asia. Dengan dukungan dan implementasi dari masyarakat
Indonesia, Industri Syariah menempati posisi yang bagus dalam beberapa sektor
yang sudah mampu bersaing di kancah Asia. Penguatan nilai halal dari beberapa
sektor industri Syariah di Indonesia bisa dibilang kompetitif. Dengan mengelola
sumber daya yang ada, masyarakat mampu menjadikan beberapa sektor industri
Syariah tembus di kancah Asia. Sebuah pencapaian yang sangat bagus, dengan hal
itu masyarakat mancanegara pasti akan melirik Indonesia di beberapa sektornya.
Tentunya hal tersebut menjadi potensi angka peningkatan pertumbuhan Indonesia
dalam mendongkrak GDP Indonesia dengan support dari pihak pemerintah[14].
Untuk itu, masyarakat Indonesia harus mempertahankan industri Syariah Indonesia
yang sudah dicatatkan di GIE. Mempertahankan apa yang sudah dikembangkan sampai
pada tingkat sekarang. Supaya Indonesia dipandang sebagai negara dengan sektor
industri Syariah yang maju dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisatawan
mancanegara serta mewujudkan Indonesia menjadi pusat Industri Syariah dunia,
sehingga banyak yang tertarik untuk berkunjung ke negara kita
Referensi
[7] Potensi dan
Prospek Wisata Halal Dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah (Studi Kasus: Nusa
Tenggara Barat)
[14] Pengaruh
Investasi, Tenaga Kerja dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
di Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar