Rabu, 13 Mei 2020

EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO

EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO

Dalam ilmu ekonomi terdapat dua cabang yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Sesuai dengan namanya mikro dapat diartikan kecil. Berdasarkan pada corak dan ruang lingkup analisisnya, ekonomi mikro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Yang dimaksud dengan ekonomi mikro adalah kajian tentang tingkah laku individual dalam ekonomi.

Sedangkan ekonomi makro adalah kajian tentang aktivitas ekonomi suatu negara. Sesuai dengan namanya makro berarti besar. Dengan demikian ekonomi makro menganalisis keseluruhan kegiatan perekonomian bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Dalam menganalisis mengenai kegiatan pembeli, misalnya yang dianalisis bukanlah mengenai tingkah laku seorang pembeli, melainkan keseluruhan pembeli yang ada di pasar. Juga tidak lagi memperhatikan permintaan dan penawaran terhadap suatu barang, melainkan permintaan dan penawaran barang-barang secara keseluruhan (agregat).

            Perbedaan yang esensial dalam kajian ekonomi mikro dan ekonomi makro mencakup dua hal, yaitu: Pertama, adanya uang dalam ekonomi makro, sehingga nominal price menjadi faktor kajian penting. Dalam kajian ekonomi mikro, yang terpenting adalah harga relatif atau harga relatif pendapatan. Adanya uang inilah yang nantinya akan menghasilkan cabang ilmu ekonomi moneter. Kedua, adanya pembeli dan penjual besar dalam ekonomi makro yaitu pemeritah. Kemampuan dan perilaku pemerintah membelanjakan dan menabung uangnya dalam jumlah yang sangat besar menjadi kajian tersendiri yang nantinya akan menghasilkan cabang ilmu ekonomi fiskal.

A.     Uang dalam Ekonomi Makro

Definisi uang disini adalah alat tukar barang dan jasa dalam pasar ekonomi. Dalam kajian ekonomi mikro, yang penting adalah harga relatif (relatif price) atau harga relatif pendapatan (income relatif price). Harga relatif  menentukan kemiringan (slope) budget line.

Harga Relatif Barang X terhadap barang Y(relative price,Px/Py)

Besarnya harga relatif (relative price, Px/Py) menentukan kemiringan budget line. Bila harga relatif semakin besar, maka kemiringan budget line semakin besar (semakin curam), sedangkan bila harga relatif semakin kecil maka kemiringan budget line semakin kecil (semakin landai).

Contoh:

Untuk memenuhi kebutuhan Bapak Rusdi terhadap barang X dan barang Y, jumlah dana yang tersedia untuk mengkonsumsi kedua barang tersebut adalah Rp 160.000. Saat ini harga barang X adalah Rp 8000 per buah dan harga barang Y adalah Rp 10.000 per buah. Berikut adalah kombinasi jumlah barang X dan barang Y yang dapat dikonsumsi oleh Bapak Rusdi sesuai dengan dana yang tersedia:

Tabel 1.1 jumlah barang X dan Y dikonsumsi dengan Px/ Py = 0,8

Kombinasi Barang

Harga Barang x (Px)

Jumlah Barang X Dikonsumsi (Qx)

Harga Barang Y (Py)

Jumlah Barang Y Dikonsumsi (Qy)

Pengeluaran Total

Aₒ

8.000

20

10.000

0

160.000

Bₒ

8.000

15

10.000

4

160.000

Cₒ

8.000

10

10.000

8

160.000

Dₒ

8.000

0

10.000

16

160.000


Harga relatif (relative price) Px/Py adalah 8.000/10.000 = 0,8.

Dari beberapa kombinasi jumlah barang X dan jumlah Y yang dapat dikonsumsi oleh Bapak Rusdi seperti terlihat pada tabel dibuat budget line sebagai berikut:


Grafik 1.2 diatas menggambarkan budget line Bapak Rusdi dalam mengonsumsi barang X dan barang Y yang besarnya sama dengan harga relatif (Px, Py) yaitu 0,8.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar