Rabu, 29 April 2020

Peran, Tujuan, dan Sejarah Perkembangan Ekonomi Makro

Hallo Assalamu'alaikum temen-temen, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik selalu. Buat temen semua, kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan seputar Dunia Ekonomi. Nah, memang kehidupan ini tidak lepas dengan aspek Ekonomi. Karena hal itu, Ekonomi bagaikan penggerak apapun yang masuk didalamnya. Tapi, sebelum membahas mengenai ekonomi dalam kehidupan, kita perlu tau dulu nih mengenai teorinya. Apa aja? Teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro. Namun, pernah ngga sih kita berpikir bagaimana si sejarahnya perkembangan Ekonomi Makro itu? Langsung saja saya sajikan dibawah ini. Check it out...

Sejarah Perkembangan Ekonomi Makro
            Sebelum mengetahui sejarah perkembangan ekonomi makro, ada sedikit pengantar dari mikro ke makroekonomi. Terdapat aspek yang membedakan keduanya yaitu dari analisis yang dibuat. Pada mikroekonomi yang dianalisis adalah kegiatan konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar. Sedangkan analisis makroekonomi lebih menyeluruh, yang diperhatikan adalah tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan keseluruhan pengusaha dan perubahan-perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi.

          Perkembangan teori makroekonomi terjadi saat kemunduran ekonomi diseluruh dunia, bermula dari kemerosotan ekonomi di Amerika Serikat pada tahun 1929-32. Kita menyebutnya “Great Depression”. Terjadi banyak pengangguran dan pendapatan nasionalnya merosot sangat tajam. Muncul ahli ekonomi Inggris yang terkemuka pada masa tersebut, yaitu John Maynard Keynes. Beliau  mengemukakan pandangan dan menulis buku yang berjudul: The General Theory of Employment, Interest and Money dan diterbitkan pada tahun 1936. Buku tersebut menekankan pentingnya intervensi pemerintah dalam bentuk belanja publik untuk mengurangi pengangguran. Paham ini dinamakan Keynesian Economics. Namun pandangan tersebut dibantah oleh Milton Friedman (periah NOBEL Ekonomi tahun 1976) yang mengatakan bahwa intervensi pemerintah hanya akan membuat ekonomi menjadi tidak efisien. Kemudian muncul Free Market atau Pasar Bebas dimana pemerintah tidak banyak mengatur dan membiarkan perekonomian diatur oleh invisible hand (mekanisme pasar).
            Pandangan utama Teori Keynes mengemukakan beberapa kritik kepada ahli-ahli ekonomi Klasik mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian. Kritik-kritik tersebut menunjukkan kelemahan-kelemahan yang menjadikan landasan keyakinan ahli ekonomi Klasik bahwa penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang teguh selalu dicapai. Keynes berpendapat bahwa pengeluaran agregat, yaitu perbelanjaan masyarakat ke atas barang dan jasa adalah factor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai suatu negara dan dalam sistem pasar bebas, penggunaan tenaga kerja penuh tidak selalu tercipta dan diperlukan usaha serta kebijakan pemerintah untuk menciptakan tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang teguh.

Peran Pemerintah dalam Ekonomi
Aspek penting yang menjadi titik tolak analisis dalam makroekonomi adalah pandangan bahwa system pasar bebas tidak selalu dapat mewujudkan (i) penggunaan tenaga kerja penuh, (ii) kestabilan harga-harga, dan (iii) pertumbuhan ekonomi yang teguh. Setiap perekonomian akan selalu mengalami pengangguran, kenaikan harga-harga, dan pertumbuhan ekonomi yang tidak teguh. Masalah-masalah ini menimbulkan akibat buruk kepada masyarakat dan harus dihindari. Dari masalah tersebut kebijakan-kebijakan pemerintah dapat dijalankan untuk mengatasi masalah tersebut. Sebelum membahas tentang kebijakan pemerintah, ada beberapa fungsi pemerintah dalam tata kelola ekonomi makro, (a) fungsi stabilisasi, yakni dalam upaya menciptakan stabilitas ekonomi, sosial, politik, hukum, pertahanan dan keamanan, (b) fungsi alokasi, yakni dalam rangka menyediakan barang dan jasa publik, sebagai contoh pembangunan jalan raya, penyediaan fasilitas penerangan, gedung sekolah, dan infrastruktur lain, dan (c) fungsi distribusi, yakni dalam upaya mewujudkan pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat. 
Pemerintah bisa menjadi pengawas pasar guna menjamin berjalannya mekanisme pasar secara sempurna. Rasulullah SAW sendiri pernah menjalankan fungsi sebagai pengawas pasar (al Hisbah). Tujuannya adalah untuk memerintahkan apa yang disebut sebagai kebaikan dan mencegah apa yang secara umum disebut sebagai keburukan di dalam wilayah yang menjadi kewenangan pemerintah untuk mengaturnya, mengadili dalam wilayah umum khusus lainnya, yang tak bisa dijangkau oleh institusi biasa.

Kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi diantaranya kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan bukan fiskal dan kebijakan bukan moneter. Kebijakan fiskal  merupakan langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan dalam sistem pajak atau dalam perbelanjaannyan dengan maksud untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi. Kebijakan moneter merupakan langkah-langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang yang beredar dan suku bunga dalam perekonomian. Serta kebijakan bukan fiskal dan bukan moneter seperti pemerintah melakukan intervensi harga pasar.

      Tujuan Ekonomi Makro
   Ekonomi makro digunakan untuk memahami atau menyelesaikan masalah perekonomian secara keseluruhan dan sebagai alat analisis dalam menentukan arah-arah kebijakan seperti pertumbuhan ekonomi, kestabilan harga, masalah tenaga kerja atau menyeimbangkan neraca pendapatan. Berikut tujuan diterapkannya kebijakan pada ekonomi makro, diantaranya:
A.      Meningkatkan kapasitas produksi nasional
B.      Meningkatkan kesempatan kerja
C.      Memegang kendali laju inflasi
D.     Meningkatkan tingkat pendapatan nasional
E.      Menjaga perekonomian tetap stabil
F.       Menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri
G.     Memeratakan distribusi pendapatan
H.     Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

      Sistem Perekonomian di Indonesia
Sistem perekonomian adalah sistem untuk mengalokasikan sumber daya yang dikuasainya baik perorangan ataupun instansi di negara itu. Yang membedakan sistem dengan yang lainnya adalah bagaimana cara mengelola faktor produksinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sistem  perekonomian, antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi.
Indonesia pernah menerapkan sistem ekonomi liberal pada masa orde lama, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis. Mulai dari orde baru, sistem perekonomian Indonesia berubah menjadi sistem ekonomi demokrasi, tetapi hanya bertahan sampai reformasi. Setelah reformasi, Indonesia memiliki sistem ekonomi kerakyatan sebagai sistem perekonomian.
Sistem Ekonomi Demokrasi merupakan suatu sistem perekonomian yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Dari, oleh, dan untuk rakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Dalam hal ini negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Sistem Ekonomi Demokrasi memiliki ciri-ciri positif diantaranya :
1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
2. Sumber daya alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.
3. Perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan.
4. Hak perorangan diakui
5. Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Meskipun sistem ekonomi demokrasi ini memiliki banyak ciri-ciri positif, tentunya sistem ini juga memiliki ciri-ciri negatif diantaranya :
1.      Persaingan bebas yang dapat menghancurkan perekonomian dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia.
2.      Persaingan tidak sehat dalam bentuk monopoli


     Nahh.. Itulah sekilas mengenai perkembangan ekonomi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca. Jangan lupa beri komentar supaya konten yang dibuat lebih bermanfaat lagi dan penulis lebih semangat lagi dalam penulisan. Terima kasih, Wassalamu'alaikum wr wb..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar