Hallo Assalamu'alaikum temen-temen, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik selalu. Buat temen semua, kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan seputar Dunia Ekonomi. Nah, memang kehidupan ini tidak lepas dengan aspek Ekonomi. Karena hal itu, Ekonomi bagaikan penggerak apapun yang masuk didalamnya. Tapi, sebelum membahas mengenai ekonomi dalam kehidupan, kita perlu tau dulu nih mengenai teorinya. Apa aja? Salah satunya Neraca Pembayaran. Namun, yang masih bingung apa itu neraca pembayaran, langsung saja saya sajikan dibawah ini. Check it out...
Neraca Pembayaran
Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah catatan devisa (transaksi
ekonomi internasional) yang masuk dan devisa keluar yang dilakukan oleh negara dengan negara lain dalam kurun waktu
tertentu.
Tujuan dari neraca pembayaran diantaranya :
o
Dapat memberikan informasi kepada
pemerintah mengenai posisi negara dalam perdagangan internasional.
o
Memberikan informasi mengenai posisi
pembayaran internasional.
o
Membantu dalam menetapkan kebijakan
fiskal dan moneter.
o
Alat untuk mengukur struktur dan
komposisi transaksi ekonomi suatu negara dengan dunia internasional.
o
Untuk mengukur keadaaan perekonomian
dan posisi keuangan internasional suatu negara.
Suatu neraca pembayaran
dapat dibedakan menjadi dua bagian utama, yaitu neraca berjalan dan neraca
modal.
A.
Neraca berjalan mencatat transaksi-transaksi berikut :
1.
Neraca perdagangan barang tampak
Transaksi ini meliputi hasil-hasil sektor pertanian,
barang-barang produksi industri, dan barang-barang yang diproduksikan oleh
sektor pertambangan dan berbagai jenis ekspor dan impor barang tampak lainnya.
Neraca (yaitu perbedaan antara ekspor dan impor) dari perdagangan tampak –
yaitu perdagangan dalam barang-barang tampak, dinamakan neraca perdagangan.
Apabila nilai itu positif, ia berarti bahwa ekspor barang-barang tampak
adalah melebihi impornya. Sebaliknya, apabila ia negatif maka ia berarti bahwa
impor melebihi ekspor.
2.
Neraca jasa/barang tak tampak
Transaksi ini meliputi pembayaran biaya pengangkutan
dan asuransi dari barang-barang tampak yang diekspor atau diimpor, pendapatan investasi
(meliputi keuntungan, bunga keatas modal yang di investasikan, dan dividen). Neraca
perdagangan tak tampak – yaitu nilai bersih ekspor dan impor jasa-jasa,
dinamakan neraca jasa. Nilai neraca jasa sesuatu negara, yang positif berarti negara tersebut banyak menjual jasa-jasanya ke luar negeri.
Apabila nilainya negatif (masalah
ini juga dihadapi oleh neraca pembayaran Indonesia), ia berarti bahwa negara tersebut lebih banyak membeli jasa pihak-pihak
luar negeri daripada menjual jasanya ke luar negeri.
3.
Neraca non balas jasa (transfer payment)
Transfer payment meliputi pembayaran pindahan yang dilakukan
oleh pihak pemerintah maupun swasta. Transaksi ini meliputi pembayaran dimana
penerimanya tidak perlu membayar dalam bentuk uang atau jasa. Contoh-contoh
dari pembayaran pindahan adalah bantuan uang suatu negara Arab ke Afganistan,
atau bantuan bahan makanan Amerika Serikat ke penderita kelaparan di Afrika. Mengirimkan
uang untuk membiayai perbelanjaan anak-anak bersekolah di luar negeri termasuk
contoh lain.
B.
Neraca Modal
Neraca
modal mencatat transaksi penerimaan atau pembayaran sehubungan dengan peminjaman
dan penanaman modal (ekspor dan impor modal) yang terjadi di antara dua negara atau
lebih baik untuk investasi jangka pendek atau jangka panjang. Dalam neraca
modal ini meliputi dua golongan transaksi yaitu :
1)
Aliran Modal Jangka Panjang
Pada
aliran modal jangka panjang ini meliputi 2 jenis aliran modal yaitu :
a) Aliran Modal Resmi
: pinjaman dan pembayaran antara badan – badan pemerintah suatu negara dengan
negara lain.
b) Aliran Investasi Langsung
: penanaman modal langsung yaitu investasi yang bergerak seperti mendirikan
perusahaan – perusahaan terutama perindustrian.
Modal
jangka panjang yang dibelanjakan diperoleh dari negara asal perusahaan tersebut.
Perbedaan diantara modal jangka panjang yang dibayarkan keluar negeri dinamakan
neraca modal jangka panjang. Apabila neraca bernilai positif, maka modal jangka
panjang yang diterima dari luar negeri lebih banyak dari yang dibayarkan keluar
negeri. Aliran ini pun membantu memperkukuh neraca pembayaran serta
meningkatkan perbelanjaan pembangunan
pemerintah dan investasi faktor swasta.
2) Aliran
Modal Keuangan Swasta
Modal swasta (hot money) adalah aliran-aliran modal
dalam bentuk tabungan atau investasi keuangan
yang dapat dengan cepat ditukarkan kembali kepada valuta asal atau valuta lainnya.
Dinamakan hot money karena uang
tersebut dapat mengalir dengan mudah dan cepat dari suatu negara ke negara
lain. Uang tersebut biasanya meliputi uang yang diinvestasikan dalam pasar uang
atau pun pasar modal untuk mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut.
Teori Para Ekonom
Menurut Sadono Sukirno,
neraca pembayaran adalah suatu catatan aliran keuangan yang menunjukkan nilai
transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan diantara suatu negara
dengan negara lain dalam suatu tahun tertentu.
Menurut Jamli, dalam perkembangan
teori klasik, teori neraca pembayaran dibagi dalam dua pendekatan, yakni:
1. Pendekatan Elastisitas
Pendekatan
elastisitas adalah pendekatan yang menganalisis nilai tukar dan tingkat bunga
memberikan dampak terhadap neraca pembayaran yang bergantung pada elastisitas penawaran
dan permintaan nilai tukar dan barang luar negeri. Perubahan nilai tukar mata
uang domestik terhadap mata uang asing (devaluasi dan revaluasi) diharapkan
mampu memperbaiki neraca pembayaran melalui elastisitas permintaan barang
ekspor dari negara lain, di mana apabila semakin besar permintaan akan barang
ekspor suatu negara maka devaluasi akan semakin efektif.
2. Pendekatan Absorpsi
Pendekatan
adsorbsi adalah gabungan dari perubahan kurs, pendapatan, dan pengeluaran untuk
memperbaiki neraca pembayaran dengan memulihkan keseimbangan eksternal. Apabila
devaluasi menyebabkan meningkatnya produk nasional dengan jumlah yang lebih
besar dibandingkan dengan bertambah besarnya peningkatan daya absorpsi, maka
neraca pembayaran akan bertambah baik, akan tetapi kalau terjadi sebaliknya,
maka neraca pembayaran justru akan memburuk sebagai akibat adanya kebijakan
devaluasi.
Menurut Krugman, Obstfeld, dan Melitz (2013), neraca pembayaran menyediakan gambaran detail semua transaksi antarnegara. Transaksi barang dan jasa dicatat dalam neraca berjalan. Sementara itu, penjualan dan pembelian aset dicatat dalam neraca modal.
Sekian penjelasan singkat mengenai neraca pembayaran, semoga bermanfaat bagi temen-temen. Jangan lupa berikan komentar supaya penulis lebih giat lagi mengembangkan konten-kontennya. Terima Kasih, Wassalamu'alaikum wr wb..
Menurut Krugman, Obstfeld, dan Melitz (2013), neraca pembayaran menyediakan gambaran detail semua transaksi antarnegara. Transaksi barang dan jasa dicatat dalam neraca berjalan. Sementara itu, penjualan dan pembelian aset dicatat dalam neraca modal.
Sekian penjelasan singkat mengenai neraca pembayaran, semoga bermanfaat bagi temen-temen. Jangan lupa berikan komentar supaya penulis lebih giat lagi mengembangkan konten-kontennya. Terima Kasih, Wassalamu'alaikum wr wb..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar