Kamis, 30 April 2020

Neraca Pembayaran Suatu Negara

Hallo Assalamu'alaikum temen-temen, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik selalu. Buat temen semua, kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan seputar Dunia Ekonomi. Nah, memang kehidupan ini tidak lepas dengan aspek Ekonomi. Karena hal itu, Ekonomi bagaikan penggerak apapun yang masuk didalamnya. Tapi, sebelum membahas mengenai ekonomi dalam kehidupan, kita perlu tau dulu nih mengenai teorinya. Apa aja? Salah satunya Neraca Pembayaran. Namun, yang masih bingung apa itu neraca pembayaran, langsung saja saya sajikan dibawah ini. Check it out...

Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah catatan devisa (transaksi ekonomi internasional) yang masuk dan devisa keluar yang dilakukan oleh  negara dengan negara lain dalam kurun waktu tertentu.
Tujuan dari neraca pembayaran diantaranya :
o   Dapat memberikan informasi kepada pemerintah mengenai posisi negara dalam perdagangan internasional.
o   Memberikan informasi mengenai posisi pembayaran internasional.
o   Membantu dalam menetapkan kebijakan fiskal dan moneter.
o   Alat untuk mengukur struktur dan komposisi transaksi ekonomi suatu negara dengan dunia internasional.
o   Untuk mengukur keadaaan perekonomian dan posisi keuangan internasional suatu negara.
Suatu neraca pembayaran dapat dibedakan menjadi dua bagian utama, yaitu neraca berjalan dan neraca modal.
A.    Neraca berjalan mencatat transaksi-transaksi berikut :
1.      Neraca perdagangan barang tampak
Transaksi ini meliputi hasil-hasil sektor pertanian, barang-barang produksi industri, dan barang-barang yang diproduksikan oleh sektor pertambangan dan berbagai jenis ekspor dan impor barang tampak lainnya. Neraca (yaitu perbedaan antara ekspor dan impor) dari perdagangan tampak – yaitu perdagangan dalam barang-barang tampak, dinamakan neraca perdagangan. Apabila nilai itu positif, ia berarti bahwa ekspor barang-barang tampak adalah melebihi impornya. Sebaliknya, apabila ia negatif maka ia berarti bahwa impor melebihi ekspor.
2.      Neraca jasa/barang tak tampak
Transaksi ini meliputi pembayaran biaya pengangkutan dan asuransi dari barang-barang tampak yang diekspor atau diimpor, pendapatan investasi (meliputi keuntungan, bunga keatas modal yang di investasikan, dan dividen). Neraca perdagangan tak tampak – yaitu nilai bersih ekspor dan impor jasa-jasa, dinamakan neraca jasa. Nilai neraca jasa sesuatu negara, yang positif berarti negara tersebut banyak menjual jasa-jasanya ke luar negeri. Apabila nilainya negatif (masalah ini juga dihadapi oleh neraca pembayaran Indonesia), ia berarti bahwa negara tersebut lebih banyak membeli jasa pihak-pihak luar negeri daripada menjual jasanya ke luar negeri.
3.      Neraca non balas jasa (transfer payment)
Transfer payment meliputi pembayaran pindahan yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta. Transaksi ini meliputi pembayaran dimana penerimanya tidak perlu membayar dalam bentuk uang atau jasa. Contoh-contoh dari pembayaran pindahan adalah bantuan uang suatu negara Arab ke Afganistan, atau bantuan bahan makanan Amerika Serikat ke penderita kelaparan di Afrika. Mengirimkan uang untuk membiayai perbelanjaan anak-anak bersekolah di luar negeri termasuk contoh lain.
B.     Neraca Modal
Neraca modal mencatat transaksi penerimaan atau pembayaran sehubungan dengan peminjaman dan penanaman modal (ekspor dan impor modal) yang terjadi di antara dua negara atau lebih baik untuk investasi jangka pendek atau jangka panjang. Dalam neraca modal ini meliputi dua golongan transaksi yaitu :
1)        Aliran Modal Jangka Panjang
Pada aliran modal jangka panjang ini meliputi 2 jenis aliran modal yaitu :
a)    Aliran Modal Resmi : pinjaman dan pembayaran antara badan – badan pemerintah suatu negara dengan negara lain.
b)   Aliran Investasi Langsung : penanaman modal langsung yaitu investasi yang bergerak seperti mendirikan perusahaan – perusahaan terutama perindustrian.
Modal jangka panjang yang dibelanjakan diperoleh dari negara asal perusahaan tersebut. Perbedaan diantara modal jangka panjang yang dibayarkan keluar negeri dinamakan neraca modal jangka panjang. Apabila neraca bernilai positif, maka modal jangka panjang yang diterima dari luar negeri lebih banyak dari yang dibayarkan keluar negeri. Aliran ini pun membantu memperkukuh neraca pembayaran serta meningkatkan  perbelanjaan pembangunan pemerintah dan investasi faktor swasta.
2)   Aliran Modal Keuangan Swasta
Modal swasta (hot money) adalah aliran-aliran modal dalam bentuk tabungan atau investasi  keuangan yang dapat dengan cepat ditukarkan kembali kepada valuta asal atau valuta lainnya. Dinamakan hot money karena uang tersebut dapat mengalir dengan mudah dan cepat dari suatu negara ke negara lain. Uang tersebut biasanya meliputi uang yang diinvestasikan dalam pasar uang atau pun pasar modal untuk mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut.

Teori Para Ekonom
Menurut Sadono Sukirno, neraca pembayaran adalah suatu catatan aliran keuangan yang menunjukkan nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan diantara suatu negara dengan negara lain dalam suatu tahun tertentu.
Menurut Jamli, dalam perkembangan teori klasik, teori neraca pembayaran dibagi dalam dua pendekatan, yakni: 
1.   Pendekatan Elastisitas
Pendekatan elastisitas adalah pendekatan yang menganalisis nilai tukar dan tingkat bunga memberikan dampak terhadap neraca pembayaran yang bergantung pada elastisitas penawaran dan permintaan nilai tukar dan barang luar negeri. Perubahan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing (devaluasi dan revaluasi) diharapkan mampu memperbaiki neraca pembayaran melalui elastisitas permintaan barang ekspor dari negara lain, di mana apabila semakin besar permintaan akan barang ekspor suatu negara maka devaluasi akan semakin efektif.
2.   Pendekatan Absorpsi
Pendekatan adsorbsi adalah gabungan dari perubahan kurs, pendapatan, dan pengeluaran untuk memperbaiki neraca pembayaran dengan memulihkan keseimbangan eksternal. Apabila devaluasi menyebabkan meningkatnya produk nasional dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan bertambah besarnya peningkatan daya absorpsi, maka neraca pembayaran akan bertambah baik, akan tetapi kalau terjadi sebaliknya, maka neraca pembayaran justru akan memburuk sebagai akibat adanya kebijakan devaluasi.

Menurut Krugman, Obstfeld, dan Melitz (2013), neraca pembayaran menyediakan gambaran detail semua transaksi antarnegara. Transaksi barang dan jasa dicatat dalam neraca berjalan. Sementara itu, penjualan dan pembelian aset dicatat dalam neraca modal.

Sekian penjelasan singkat mengenai neraca pembayaran, semoga bermanfaat bagi temen-temen. Jangan lupa berikan komentar supaya penulis lebih giat lagi mengembangkan konten-kontennya. Terima Kasih, Wassalamu'alaikum wr wb..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar