1.
Ekonometrika adalah ilmu yang membahas
masalah pengukuran hubungan ekonomi.
Ekonometrika
terdiri dari beberapa elemen yaitu:
a. Ilmu
yang mencakup teori ekonomi.
b. Ilmu
yang mencakup matematika.
c. Ilmu
yang mencakup statistika.
Ekonometrika
digunakan sebagai alat analisis ekonomi yang bertujuan untuk menguji kebenaran
model ekonometrika yang berupa hubungan antarvariabel ekonomi dengan data
empiris. Bagian paling penting dari ekonometrika adalah analisis regresi.
Analisis ini digunakan untuk mengetahui kaitan antara satu variabel dengan
variabel yang lain.
Analisis ekonometrika berdasarkan
data yang digunakan:
1. Analisis
runtun waktu (Time Series) à
Perilaku variabel sepanjang waktu berturut-turut.
2. Antar-wilayah
(Cross Section) à
beberapa daerah dalam satu waktu tertentu (snapshot).
3. Analisis
data panel à
menggabungkan data time series dengan
data cross section.
2.
Posisi ekonometrika dalam ekonomi Islam
adalah sebagai cabang ilmu pengetahuan yang menguji data sebagai pembuktian
fakta. Seperti yang dijelaskan diawal bahwa pasar, perusahaan, manusia
mempunyai proporsi masing-masing. Dalam prosesnya dapat menimbulkan Gap antara data actual dengan fakta di
lapangan, oleh karena itu dibutuhkan ekonometrika sebagai evaluasi dan
mengambil keputusan untuk menemukan strategi.
3.
Perbedaan model matematika dan
ekonometrika.
Model Matematika
-
Bersifat deterministic, pasti, exact.
Model Ekonometrika
-
Bersifat stokastik karena terdapat
variabel error/disturbance term (e atau u) yang bersifat stokastik.
Stokastik?
-
Konsumsi dipengaruhi oleh besarnya
pendapatan.
-
Konsumsi = f(pendapatan).
Apakah
konsumsi hanya dipengaruhi pendapatan? Tidak, ada variabel lain yang
mempengaruhi.
Ilustrasi
Ani
dan Dena berpendapatan Rp 5.000.000. Saat pendapatan mereka naik 1 juta,
peningkatan konsumsi Ani Rp 500.000 sedangkan Dena hanya Rp 200.000.
Dengan peningkatan pendapatan yang
sama, peningkatan konsumsi antarindividu tidak selalu sama à
konsumsi bersifat stokastik, ada hal lain yang mempengaruhinya selain
pendapatan.
à Deterministik
à Stokastik
4.
Error
Dalam
ekonometrika terdapat suatu hal penting yang dinamakan galat atau error. Hal
ini disebut penting karena yang menjadi fokus untuk membedakan antara ekonomi
biasa dan ekonometrika. Ekonometrika lebih konsen dengan error term (disturbance term).
Ekonomi
à
C = f(Y), berarti konsumsi merupakan fungsi dari pendapatan.
Ekonometrika
à
C = f(Y)+e
Pada
ekonometrika perubahan menjadi lebih fundamental karena konsumsi bukan hanya
fungsi dari pendapatan saja. Fungsi “e” memastikan konsumsi 100% dipengaruhi
pendapatan/ada faktor lain. Tanda adanya error (disturbance error) seolah-olah fungsi C dan Y eksak (pasti). Namun,
jika dengan e hubungan C dan Y menjadi stokastik.
Disturbance
error (e) disebut penting karena:
-
Penghilangan pengaruh kejadian yang
penting
-
Kesalahan pengukuran
-
Perilaku manusia
5.
Pendugaan statistik adalah suatu statistik
(harga sampel) yang digunakan untuk menduga suatu parameter. Dengan pendugaan,
dapat diketahui seberapa jauh suatu parameter populasi yang tidak diketahui
berada disekitar sampel.
Jenis
pendugaan statistik:
a. Pendugaan
titik/pendugaan atas dasar nilai tunggal (point
estimation) adalah pendugaan nilai populasi atas dasar suatu nilai dari
sampel.
Contoh: Rata-rata sampel Rp 100.000, maka
kita akan menduga nilai rata-rata populasi Rp 100.000.
b. Pendugaan
interval (interval estimation) adalah
suatu pendugaan terhadap parameter berdasarkan suatu interval, di dalam
interval mana kita harapkan dengan keyakinan tertentu parameter itu akan
terletak. Hasil dari pendugaan interval ini diharapkan akan lebih objektif.
c. Interval
keyakinan adalah interval dimana diharapkan parameter populasi terletak.
Interval keyakinan yang sering digunakan yaitu interval keyakinan 95% dan 99%.
Ciri-ciri
suatu penduga yang baik:
1. Tidak
bias, artinya statistic sampel yang digunakan sebagai penduga harus sama atau
mendekati populasi yang diduga.
2. Konsisten,
artinya jika ukuran sampel meningkat maka statistic sampel akan semakin
mendekati parameter populasinya, atau jika n (jumlah sampel) membesar maka S
(standar deviasi) mengecil, dan jika n= ~ maka S= 0.
3. Efisien,
artinya statistic sampel memiliki standar deviasi yang kecil.
6.
Parameter dalam populasi biasanya tidak
diketahui, maka dari itu perlu dilakukan estimasi (pendugaan) terhadap
parameter melalui data dari sampel untuk mengetahuinya. Berikut beberapa metode
estimasi:
a. Metode
Momen, metode ini merupakan yang tertua. Dasar dari metode ini adalah
mendapatkan estimasi parameter populasi dengan menyamakan momen-momen populasi
dengan momen-momen sampel.
b. Metode
Least Square (Kuadrat Terkecil),
merupakan metode yang mengestimasi parameter dengan cara meminimalkan jumlah
kuadrat errornya.
c. Metode
Maximum Likelihood Estimator,
merupakan metode yang paling sering digunakan. Dalam metode ini adalah
bagaimana cara mendapatkan estimasi parameter dengan cara memaksimalkan fungsi Likelihood. Fungsi ini adalah fungsi
probabilitas bersama dari x1, x2, …, xn, ɵ1, ɵ2, …, ɵn yang dianggap sebagai
fungsi parameter ɵ.
Metodologi
Ekonometrika
1.
Pernyataan Teori/Hipotesis
-
Misal : ingin meneliti permintaan barang
ada dua pertanyaan yang muncul dalam penelitian ini. Pertama apakah penelitian
ini dengan data sampel mampu membuktikan kebenaran teori permintaan yaitu
adanya hubungan (-) antara harga dan permintaan. Kedua, apakah sepeda motor
termasuk barang normal atau barang mewah dengan melihat tingkat elastisitasnya
-
Teori permintaan (pernyataan teori)
Teori permintaan : menyatakan bahwa
permintaan dipengaruhi harga
-
Hubungan antara jumlah permintaan dan
harga dalam teori permintaan itu bisa dilihat digambar 1.1.2. kurva permintaan
pada modul 1 Ekonometrika.
-
Slope kemiringan (-) menunjukkan adanya
hubungan (-) antara harga dan jumlah permintaan
2.
Spesifikasi Model Matematika dari
Teori
Teori
permintaan terdapat hubungan negatif tetapi tidak menjelaskan hubungan linear
atau nonlinear. Hubungan nonlinear terjadi jika setiap penurunan (kenaikan)
harga akan tidak selalu menyebabkan kenaikan (penurunan) jumlah permintaan
barang dengan tingkat kenaikan yang tetap dan sebaliknya jika hubungan linear.
Bisa dilihat gambar 1.1.3. yaitu kurva permintaan linier dan non linier dan
gambar 1.1.4. yaitu model matematika permintaan di dalam modul 1 Ekonometrika.
Maka model matematikanya adalah Q = B0 + B1P B1<0
karena (-) dengan keterangan : Q : permintaan jumlah barang, P : harga, B0
dan B1 : intersep atau konstanta dan slope
3.
Spesifikasi Model Ekonometrika
(=model statistika)
-
Hubungan antara variabel ekonomi umumnya
tidak tepat. Selain penghasilan, variabel lainnya juga dapat mempengaruhi
pengeluaran konsumsi
-
Spesifikasi model matematika menunjukkan
hubungan yang pasti (exact) atau deterministic antara variabel dependen dan
independent
-
Maka dari itu, perlunya persamaan rumus
agar sesuai dengan perilaku ekonomi dengan membentuk model ekonometrika menjadi
:
Yi = b0 + b1Xi + ei
Keterangan :
Yi : Jumlah permintaan barang
Xi : Harga barang
i : Observasi ke 1, 2, 3….., n
e : Variabel error atau kesalahan
b0 : Intersep atau konstanta
b1 : Slope atau kemiringan garis regresi
-
Pada variabel Y yang ada disebelah kiri
persamaan disebut variabel dependen yaitu variabel yang dipengaruhi. X disebut
variabel independen yaitu variabel yang mempengaruhi besar kecilnya variabel
dependen. e yaitu variabel error atau kesalahan yang merupakan variabel random.
Kita memasukan variabel error ini karena faktor yang mempengaruhi jumlah
permintaan suatu barang tidak hanya harga barang tersebut tetapi juga
dipengaruhi oleh variabel lain seperti harga barang lain.
4.
Pengumpulan Data
Data
pekerjaan ekonometrika dapat diperoleh dari dua sumber yaitu data eksperimen
dan data non eksperimen. Data eksperimen berasal dari hasil suatu percobaan
yang kita lakukan, sedangkan data non eksperimen adalah data yang kita peroleh
dari hasil observasi atau pengamatan perilaku actual agen ekonomi. Sebagian
besar data ekonomi dan bisnis adalah data non eksperimen sehingga pekerjaan
ekonometrika berdasarkan jenis data ini. Data non eksperimen dapat
diklasifikasikan sebagai data primer dan sekunder. Data primer yaitu data yang
diperoleh secara langsung dari objek. Baik melalui metode wawancara, kuisioner,
telepon dan lainnya. Sedangkan data sekunder yaitu data yang kita peroleh dari
sumber kedua dan biasanya data ini sudah siap pakai. Dengan berkembangnya
zaman, data elektronik siap pakai dapat mudah diakses melalui situs di
internet. Misalnya data-data ekonomi Indonesia bisa diakses melalui situs BPS :
www.bps.go.id
5.
Estimasi Parametrik
Setelah data dikumpulkan,langkah berikutnya adalah
melakukan estimasi terhadap parameter fungsi konsumsi. Dengan menggunakan alat
analisis regresi maka diperoleh persamaan berikut:
Ŷ = β1 + β2X
Ŷ =
merupakan nilai estimasi konsumsi berdasarkan persamaan regresi.
β1 =
merupakan intercept atau konstanta, yang berarti bahwa jika pendapatan sebesar
0 maka rata-rata konsumsi akan sebesar β1.
β2 = merupakan slope.
X =
pendapatan
Contoh :
Dari data didapatkan fungsi sebagai berikut :
Ŷ = 1,870
+ 0,616 X
t = 22,150 R2 = 0,978
Sig.
0,000
Angka 1,870 merupakan intercept atau konstanta,
yang berarti bahwa jika pendapatan sebesar 0 maka rata-rata konsumsi akan
sebesar 1,870. Angka 0,616 merupakan slope yang berarti jika rata-rata
pendapatan naik sebesar 1 milyar rupiah maka rata-rata konsumsi akan naik
sebesar 0,616 milyar rupiah. R2 sebesar
0,978 merupakan koefisien determinasi, artinya variasi perubahan konsumsi 97,8
persen ditentukan oleh variasi perubahan pendapatan, sedangkan sisanya
dipengaruhi oleh variasi variable lain yang diteliti.
6.
Pengujian Hipotesis
-
Pengujian Hipotesis bertujuan untuk
mengetahui apakah estimasi persamaan regresi yang diperoleh sudah sesuai dengan
teori yang sedang di uji atau belum.
-
Hasil uji hipotesis ini bertujuan juga
untuk memberikan informasi, seberapa besar perbahan yang terjadi akibat faktor
tertentu
-
Konfirmasi atau verifikasi hasil regresi
sampel berdasarkan bukti didasarkan pada cabang teori statistic yang dikenal
sebagai inferensi statistic. Tambahan, dalam teori Keynes, Keynes mengharapkan
MPC menjadi positif tetapi kurang dari 1. Contohnya sekitar 0,70
7.
Peramalan/Prediksi
Model
yang sesuai hipotesis telah dipilih, kemudian langkah yang dilakukan adalah
melakukan peramalan dan pengambilan kebijakan. Peramalan digunakan untuk
mengetahui seberapa besar nilai variabel dependen atas dasar nilai harapan di
mana mendatang dari variabel independen. Misalkan harga di masa mendatang Rp 10
juta maka besarnya permintaan barang tersebut dengan memasukkan angka ke
persamaan. Seperti di bawah ini.
𝑃𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔
= 150 − 2(10)
𝑃𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔
= 130
Dengan
demikian jika harga 10 juta maka jumlah permintaan di masa mendatang sebesar
130 unit sesuai dengan prediksi pada model persamaan tersebut.
8.
Penggunaan Model untuk Kontrol atau
Tujuan Kebijakan
Setelah
model didapatkan maka model tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk
merumuskan kebijakan. Misalkan, jika pengeluaran 40 milyar maka akan mengurangi
pengangguran 4 persen. Berapa tingkat pendapatan yang diperlukan untuk mencapai
target pengeluaran 40 milyar?
40
= 1,870 + 0,616 X
0,616
X = 40 – 1,870
X
= 38,130/0,616
X
= 61,899
Dengan
demikian jika pemerintah hendak mengurangi pengangguran sampai 4 persen,
pemerintah harus mendorong pendapatan hingga mencapai 61,899 milyar. Oleh sebab
itu untuk mengurangi pengangguran sebesar 4 persen, pemerintah dapat merumuskan
kebijakan untuk meningkatkan pendapatan sehingga pada gilirannya dapat
mengurangi pengangguran.
Program
Komputer untuk Olah Data
Regresi
sebagai alat perhitungan utama ekonometrika memerlukan alat bantu supaya
pekerjaan ekonometrika dapat dikerjakan dengan cepat dan efisien. Beberapa
program komputer telah didesain untuk membantu pekerjaan ekonometrika.
Paket-paket software regresi telah tersedia seperti EViews, STATA, LIMDEP,
SHAZAM, RATS, MINITAB, SPSP, TSP, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar