Rabu, 13 Mei 2020

EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO HARGA

Harga Relatif Pendapatan terhadap Harga Barang X atau Harga Barang Y (Income Relative Price, I/Px atau I/Py)

Dalam ekonomi mikro hanya dikenal satu nilai dari uang, yaitu daya beli uang yang digambarkan dalam harga relatif pendapatan (income relative price, I/Px atau I/Py). Harga relatif pendapatan menentukan letak titik budget line pada sumbu horizontal dan sumbu vertikal. Bila semua pendapatan digunakan untuk membeli barang X, maka daya belinya adalah I/Px = Qx, bila semua pendapatan digunakan untuk membeli barang Y, maka daya belinya adalah I/Py = Qy. 

Dalam ekonomi makro, adanya unsur uang menyebabkan nominal price menjadi penting karena ada dua nilai uang yang berbeda yaitu: nilai nominal uang dan daya beli uang. Satu nominal pendapatan naik berarti nominal uang yang dimiliki bertambah, namun daya beli belum tentu meningkat. Katakanlah pemerintah mencetak uang baru sehingga jumlah jumlah uang yang beredar bertambah banyak padahal barang yang tersedia tidak bertambah, maka yang terjadi adalah naiknya barang X. Bila persentase kenaikan pendapatan sama dengan persentase kenaikan harga maka daya beli tidak berubah

      Adanya Pemerintah sebagai Pelaku Ekonomi Raksasa

               Dalam ekonomi mikro, pendapatan (Y) seorang individu dapat digunakan untuk konsumsi (C) dan menabung (S), yang secara matematis dirumuskan sebagai berikut :

Y = C + S

Keterangan:

Y = Pendapatan Individu

C = Konsumsi

S = Tabungan

            Bila ada banyak orang maka dalam ekonomi makro pendapatan semua orang yang berada dalam satu negara disebut pendapatan domestik bruto (PDB) atau GDP yang secara matematis dituliskan sebagai berikut: ΣY= ΣC+ΣS. 

            Sebenarnya tidak ada perbedaan yang esensial antara konsep pendapatan (Y), konsumsi (C) dan tabungan (S) dalam ekonomi mikro dibandingkan dengan ekonomi makro. Dalam ekonomi mikro yang diukur adalah Y, C, S individual, sedangkan dalam ekonomi makro yang diukur adalah ΣY, ΣC, ΣS yaitu penjumlahan dari semua individu pada negara tersebut.

            Perbedaan yang esensial terletak pada adanya pemerintah yang mempunyai kemampuan yang besar dan perilaku yang berbeda. Untuk membedakannya sebut saja Yg, Cg, Sg dimana notasi g berarti government (pemerintah).  Dalam banyak literatur ekonomi makro yang dikembangkan oleh aliran Keynesian, lazimnya investasi tidak dibedakan antara yang dilakukan oleh keluarga maupun oleh pemerintah. Bila investasi keluarga (Ih) digabungkan dengan investasi pemerintah (Ig) maka sebut saja investasi (I), pendapatan keluarga (Yh) digabungkan dengan pendaptan pemerintah (Yg) maka sebut saja pendapatan (Y). Dalam literatur aliran tersebut konsumsi pemerintah (Cg) lazim diberi notasi G. Maka dapat ditulis persamaan sebagai berikut :

(Yh + Yg) = Ch + (Ih + Ig) + Cg

Y = C + I + G

EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO

EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO

Dalam ilmu ekonomi terdapat dua cabang yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Sesuai dengan namanya mikro dapat diartikan kecil. Berdasarkan pada corak dan ruang lingkup analisisnya, ekonomi mikro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Yang dimaksud dengan ekonomi mikro adalah kajian tentang tingkah laku individual dalam ekonomi.

Sedangkan ekonomi makro adalah kajian tentang aktivitas ekonomi suatu negara. Sesuai dengan namanya makro berarti besar. Dengan demikian ekonomi makro menganalisis keseluruhan kegiatan perekonomian bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Dalam menganalisis mengenai kegiatan pembeli, misalnya yang dianalisis bukanlah mengenai tingkah laku seorang pembeli, melainkan keseluruhan pembeli yang ada di pasar. Juga tidak lagi memperhatikan permintaan dan penawaran terhadap suatu barang, melainkan permintaan dan penawaran barang-barang secara keseluruhan (agregat).

            Perbedaan yang esensial dalam kajian ekonomi mikro dan ekonomi makro mencakup dua hal, yaitu: Pertama, adanya uang dalam ekonomi makro, sehingga nominal price menjadi faktor kajian penting. Dalam kajian ekonomi mikro, yang terpenting adalah harga relatif atau harga relatif pendapatan. Adanya uang inilah yang nantinya akan menghasilkan cabang ilmu ekonomi moneter. Kedua, adanya pembeli dan penjual besar dalam ekonomi makro yaitu pemeritah. Kemampuan dan perilaku pemerintah membelanjakan dan menabung uangnya dalam jumlah yang sangat besar menjadi kajian tersendiri yang nantinya akan menghasilkan cabang ilmu ekonomi fiskal.

A.     Uang dalam Ekonomi Makro

Definisi uang disini adalah alat tukar barang dan jasa dalam pasar ekonomi. Dalam kajian ekonomi mikro, yang penting adalah harga relatif (relatif price) atau harga relatif pendapatan (income relatif price). Harga relatif  menentukan kemiringan (slope) budget line.

Harga Relatif Barang X terhadap barang Y(relative price,Px/Py)

Besarnya harga relatif (relative price, Px/Py) menentukan kemiringan budget line. Bila harga relatif semakin besar, maka kemiringan budget line semakin besar (semakin curam), sedangkan bila harga relatif semakin kecil maka kemiringan budget line semakin kecil (semakin landai).

Contoh:

Untuk memenuhi kebutuhan Bapak Rusdi terhadap barang X dan barang Y, jumlah dana yang tersedia untuk mengkonsumsi kedua barang tersebut adalah Rp 160.000. Saat ini harga barang X adalah Rp 8000 per buah dan harga barang Y adalah Rp 10.000 per buah. Berikut adalah kombinasi jumlah barang X dan barang Y yang dapat dikonsumsi oleh Bapak Rusdi sesuai dengan dana yang tersedia:

Tabel 1.1 jumlah barang X dan Y dikonsumsi dengan Px/ Py = 0,8

Kombinasi Barang

Harga Barang x (Px)

Jumlah Barang X Dikonsumsi (Qx)

Harga Barang Y (Py)

Jumlah Barang Y Dikonsumsi (Qy)

Pengeluaran Total

Aₒ

8.000

20

10.000

0

160.000

Bₒ

8.000

15

10.000

4

160.000

Cₒ

8.000

10

10.000

8

160.000

Dₒ

8.000

0

10.000

16

160.000


Harga relatif (relative price) Px/Py adalah 8.000/10.000 = 0,8.

Dari beberapa kombinasi jumlah barang X dan jumlah Y yang dapat dikonsumsi oleh Bapak Rusdi seperti terlihat pada tabel dibuat budget line sebagai berikut:


Grafik 1.2 diatas menggambarkan budget line Bapak Rusdi dalam mengonsumsi barang X dan barang Y yang besarnya sama dengan harga relatif (Px, Py) yaitu 0,8.



Selasa, 05 Mei 2020

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Perkembangan teknologi sangat terasa di era saat ini, mulai dari aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan berbagai aspek lainnya. Dalam perkembangannya, teknologi di Indonesia memasuki revolusi industri 4.0. Peranan teknologi dalam kehidupan sangatlah besar, untuk itu manusia selalu berupaya meningkatkan perkembangan tekonologi. Dampak yang terasa adalah pada aspek pendidikan di Indonesia, seperti yang dilakukan UNTAN dalam Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University.

Dalam membangun ekosistem digital, diharapkan menjadi kesuksesan kampus dan mahasiswanya. Menjadi Cyber University menjadi tujuan yang ingin diwujudkan salah satu Universitas di Indonesia yaitu Universitas Tanjungpura (UNTAN). Dengan membangun ekosistem digital akan mempermudah segala keperluan kampus, begitu juga dengan mahasiswanya. Pada artikel ini akan dibahas sekilas profil mengenai UNTAN, artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai keseriusan UNTAN dalam Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University dan konsep Cyber yang sangat penting diterapkan.
Universitas Tanjungpura

Sekilas Profil Universitas Tanjungpura

Universitas Tanjungpura Pontianak berdiri sejak 20 Mei 1959, dan banyak prestasi yang sudah ditorehkan bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga kini Universitas Tanjungpura Pontianak dikenal oleh masyrakat luas disamping sebagai universitas pertama di Kalimantan Barat, juga sebagai institusi preservasi ilmiah memiliki reputasi pendidikan berkualitas. Hampir semua program studi memperoleh peringkat B, bahkan beberapa program studi memperoleh peringkat Akreditasi A. Pada tahun 2019 Universitas Tanjungpura telah memperoleh peringkat Akreditasi Institusi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Jadi orang tua tidak perlu lagi meragukan kualitas pendidikan kalau mandaftarkan anaknya masuk ke Universitas Tanjungpura dan menjadi mahasiswa disini, karen UNTAN telah memperoleh peringkat Akreditasi Institusi A. Universitas Tanjungpura memiliki 95 program studi, 9 fakultas, dengan dosen yang berjumlah 1.011. Jumlah mahasiswa adalah 31.509 dengan jumlah lulusan 66.008. Universitas Tanjungpura sangat concern dengan penelitian, dibuktikan dengan jumlah penelitian yang sangat banyak, yaitu 33.110 penelitian.

Universitas Tanjungpura memiliki mahasiswa yang kompetitif. Saya menemukan banyak prestasi mahasiswa UNTAN di berbagai bidang. Prestasi-prestasi mahasiswa UNTAN yang pernah diraih diantaranya Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Untan Raih Juara 2 Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional di Cheminer Fair 2019Mahasiswa Jurusan Informatika Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Raih Peringkat 3 IndonesiaNEXT 2018Mahasiswa Kimia FMIPA Juara 3 LKTI Nasional, dan prestasi lainnya yang ada di Universitas Tanjungpura. Tentunya tidak perlu diragukan lagi kualitas mahasiswa di Universitas Tanjungpura yang sangat kompeten dan terbukti dengan perolehan banyak prestasi, dan menjadi kebanggaan tersendiri untuk mahasiswa UNTAN.

Cyber yang sudah dimiliki UNTAN

Saat ini UNTAN sudah memiliki layanan-layanan cyber yang sangat mendukung perkuliahan, layanan cyber yang dimiliki UNTAN diantaranya :
1. Seleksi Calon Mahasiswa Baru (SCMB)
Untuk informasi selengkapnya bisa kunjungi http://scmb.untan.ac.id/

2. Sistem Informasi Akademik (SIAKAD)
Untuk informasi selengkapnya kunjungi http://mahasiswa.siakad.untan.ac.id/

3. E-Learning UNTAN
Untuk informasi selengkapnya kunjungi http://e-learning.untan.ac.id/#programs-section

4. Portal Jurnal Ilmiah UNTAN
Untuk informasi selengkapnya kunjungi http://jurnal.untan.ac.id/

5. Repository Digital UNTAN
Untuk informasi selengkapnya kunjungi http://repository.untan.ac.id/

6. UPT. Perpustakaan Universitas Tanjungpura
Untuk informasi selengkapnya kunjungi http://perpustakaan.untan.ac.id/

7. UPT. TIK UNTAN
Untuk informasi selengkapnya kunjungi http://tik.untan.ac.id/

Keseriusan UNTAN dalam Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Cyber yang dimiliki UNTAN sebagai langkah keseriusan UNTAN dalam Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University sudah sangat memadai. Sebagai upaya menuju Cyber University, UNTAN membangun ekosistem digital yang sangat mendukung sarana dan prasarana untuk kampus maupun mahasiswanya. Ketika kita mau mendaftarkan diri masuk ke Universitas Tanjungpura, calon mahasiswa baru tidak perlu datang ke kampus untuk melakukan pengisian data pendaftaran. Tetapi melalui Layanan Cyber UNTAN yaitu Seleksi Calon Mahasiswa Baru (SCMB) yang bisa diakses disini. Menurut saya, hal ini sangatlah efektif jika diterapkan karena dengan melakukan pendaftaran online akan membuat waktu semakin efisien.

Untuk mahasiswa UNTAN, ada satu Layanan Cyber yang dapat diakses untuk melakukan pelayanan akademik tanpa harus mendatangi ruangan akademik. Mahasiswa dapat membuka SIAKAD, dengan layanan ini mahasiswa yang ingin melakukan pelayanan ke akademik tidak harus datang ke kampus, cukup buka Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Kegiatan tiap mahasiswa berbeda dan tentunya dengan menggunakan Layanan SIAKAD, mahasiswa tetap bisa melakukan pelayanan meskipun mendatangi ruangan akademik.

Penggunaan media belajar jarak jauh juga diterapkan UNTAN, dalam perkuliahan mayoritas menggunakan metode belajar tatap muka langsung di dalam kelas. Namun, beda dengan Universitas Tanjungpura yang menggunakan pembelajaran daring (dalam jaringan) melalui E-Learning UNTAN. Meskipun penggunaan media belajar daring, tetapi hal tersebut tidak menurunkan kualitas mahasiswa Universitas Tanjungpura. Untuk menuju Cyber University, layanan-layanan kampus juga harus berbasis penggunaan teknologi, dan UNTAN melakukan langkah yang tepat untuk menuju Cyber University.

Ketika mahasiswa akan melakukan penelitian, UNTAN sangat concern mengenai penelitian, sehingga tidak diragukan lagi banyak jurnal-jurnal artikel yang disediakan melalui layanan Portal Jurnal Ilmiah UNTAN. Mahasiswa bisa menggunakan literatur untuk mengembangkan tulisannya. Membangun Ekosistem Digital diperlukan layanan-layanan kampus yang memadai dan mendukung sarana dan prasarana kegiatan di kampus seperti yang sudah dilakukan Universitas Tanjungpura. Membangun ekosistem digital untuk menunjang kualitas mahasiswanya supaya memiliki daya saing dan berkompeten.

Selain Layanan Cyber diatas, masih ada beberapa layanan yang bisa digunakan mahasiswa untuk mempermudah kegiatan perkuliahan diantaranya Repository Digital UNTAN, UPT. Perpustakaan Universitas Tanjungpura, dan UPT. TIK UNTAN. Untuk informasi selengkapnya bisa dilihat di untan.ac.id. Keseriusan UNTAN juga termasuk dalam bidang ekonomi, saya menemukan ada Inkubator Bisnis Teknologi (IBT). Hal ini membuktikan bahwa UNTAN serius Membangun Ekonomi Digital Menuju Cyber University, dengan adanya program IBT UNTAN
IBT UNTAN

IBT UNTAN memiliki beberapa program yang sangat mendukung dalam pengembangan bisnis berbasis teknologi. Saya melihat program-program yang berkualitas diantaranya INKUBASI, FASILITAS, HILIRISASI, dan SINERGI. Dari beberapa program yang sangat berkualitas tersebut, menghasilkan Startups diantaranya angkuts (Jasa Angkutan Sampah Kreatif Berbasis Aplikasi Mobile)berkahbarang.id (Crowdfunding Barang Pendidikan di Daerah Perbatasan dan 3T), dan startup lainnya yang bisa dilihat disini. Hal ini bagi saya, UNTAN benar-benar serius Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University.

Pentingnya Konsep Cyber

Menjadi Cyber University merupakan tujuan yang ingin diwujudkan Universitas Tanjungpura dengan membangun ekosistem digital. Melihat situasi dan kondisi saat ini, Indonesia sedang dilanda pandemi covid-19. Hal ini membuktikan betapa pentingnya menerapkan konsep cyber dalam perkuliahan. Saya melihat bahwa ternyata konsep belajar jarak jauh E-Learning terbukti penting dan efektif diterapkan saat musim wabah ini. Tidak hanya pembelajaran jarak jauh saja, namun pelayanan cyber lainnya sangat mendukung ketika terjadi saat seperti ini, mahasiswa tidak perlu ke kampus, cukup diam dirumah dan melakukan pembelajaran dari rumah. UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University, membangun pendidikan tanpa menurunkan kualitas mahasiswanya. Tetap maju, kembangkan, dan pertahankan. Universitas Tanjungpura.

Sabtu, 02 Mei 2020

Fenomen Ekonomi Pengguncang Dunia

Hallo Assalamu'alaikum teman semua, kembali lagi di blog Dunia Ekonomi. Kali ini saya akan berbagi artikel mengenai fenomena ekonomi yang pernah terjadi di dunia. Tentunya fenomena tersebut mempunyai dampak yang begitu besar dan pengaruh yang luar biasa terhadap ekonomi saat ini. Mau tau apa aja fenomena itu? Langsung saja saya sajikan beberapa fenomena ekonomi yang mengguncang dunia. Check it out..

Fenomena Ekonomi Pengguncang Dunia
Sumber: Crisis

Fenomena ekonomi sudah tidak asing lagi di telinga kita, tentunya suatu peristiwa yang pernah terjadi, yang sedang terjadi ataupun yang akan terjadi. Biasanya terjadi dalam kurun waktu tertentu dan menimbulkan dampak yang besar terhadap  ekonomi di dunia. Terjadinya suatu fenomena ekonomi pasti ada suatu penyebab yang melatarbelakanginya, misalnya seperti kesalahan pada mekanisme perekonomian, dan sebagainya. Kemudian dari suatu fenomena tersebut bisa dipetik buah sebagai pelajaran, dimana pelajaran itu bisa digunakan untuk sekarang ataupun untuk fenomena yang akan terjadi. Penting mengetahui fenomena ekonomi seperti yang pernah terjadi di Amerika Serikat, fenomena itu dikenal sebagai Great Depression pada tahun 1930-an. Penyebab terjadinya fenomena tersebut secara garis besar adalah Oversupply yang mengakibatkan permintaan agregat (AD) menurun, banyak buruh yang di-PHK sehingga bertambahnya tingkat pengangguran, yang membuat daya beli masyarakat semakin rendah bersama dengan permintaan agregat yang semakin rendah, kemudian terjadinya resesi (Great Depression 1930-an). Sangat penting kita mengetahui fenomena tersebut. Peristiwa itu salah satunya pernah terjadi yang membuat perekonomian dunia menjadi plummeted. Masih ada beberapa fenomena ekonomi lainnya yang pernah terjadi di dunia, seperti Stagflation tahun 1970, Monetary Crisis tahun 1998 di Asia, Global Financial Crisis tahun 2008, dan perekonomian dunia dengan adanya Covid-19. Kita akan mengupas sejarahnya satu per satu.

The Great Depression            

Fenomena ekonomi yang pertama, telah terjadi kemunduran ekonomi di dunia yang bermula dari kemerosotan ekonomi di Amerika Serikat. Fenomena itu dikenal sebagai the Great Depresession. Pada kemerosotan itu, seperempat dari tenaga kerja di Amerika menganggur dan pendapatan nasionalnya merosot sangat tajam. Kemunduran ekonomi tersebut meluas ke berbagai negara industri maupun ke negara-negara miskin (Sukirno, 2011). Penyebab terjadinya fenomena tersebut secara garis besar adalah Oversupply yang mengakibatkan permintaan agregat (AD) menurun, banyak buruh yang di-PHK sehingga bertambahnya tingkat pengangguran, yang membuat daya beli masyarakat semakin rendah bersama dengan permintaan agregat yang semakin rendah, kemudian terjadinya resesi (Great Depression). Kondisi perekonomian dan sosial pada masa itu banyak masyarakat yang menganggur karena mereka diputus hubungan kerja oleh perusahaan sehingga daya beli masyarakat sangat menurun tajam bersama dengan permintaan agregat yang turun. Masyarakat pada masa itu sangat membutuhkan pekerjaan guna memenuhi kehidupannya. Dari kejadian itu menimbulkan dampak yaitu terjadi penurunan GDP yang sangat tajam, terjadi kelesuan perekonomian dunia. Solusi terhadap peristiwa tersebut perlu peran pemerintah dalam perekonomian dan selalu menekankan terhadap pengeluaran pemerintah.
            

Stagflation

Setelah peristiwa the Great Depression, muncul fenomena Stagflation pada tahun 1970. Stagflasi berasal dari kata stagnan dan inflasi, yang berarti kejadian saat perekonomian tidak bergerak tetapi diikuti dengan inflasi dan pengangguran yang sangat tinggi. Fenomena ini terjadi karena dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu tingginya harga minyak pada saat itu, tingginya inflasi, tingginya tingkat pengangguran, dan terjadinya resesi. Kondisi perekonomian dan sosial pada masa itu banyak masyarakat yang menganggur, ketidakmampuan masyarakat dalam membeli suatu produk karena harga yang melambung tinggi. Dampak yang ditimbukan dari peristiwa ini adalah pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat sehingga mengalami kelesuan ekonomi. Solusi yang bisa diberikan adalah menerapkan teori Supply Side dengan meminimalisir intervensi pemerintah, biarkan ekonomi berjalan tanpa campur tangan pemerintah.
            

Monetary Crisis

Dua puluh sembilan tahun setelah stagflasi, kini terjadi fenomena Monetary Crisis pada tahun 1998. Penyebab peristiwa ini adalah turunnya nilai mata uang Thailand (Baht), Filipina (Peso), Malaysia (Ringgit), dan Indonesia (Rupiah) (Salamah, 2001). Dalam teori Risiko Sistemik, terdapat dua hal penting yang menyebabkan sesuatu tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. Shock, guncangan dalam ekonomi saat itu seperti pemberian pinjaman kredit tanpa syarat yang lebih ketat. Vulnerability, suatu kerentanan atau variable yang mengikuti shock. Seperti Keterlambatan seseorang dalam mengembalikan pinjaman atau ketidakmampuan dalam mengembalikan pinjaman ke bank sehingga mekanismenya terhambat dan mengakibatkan shock. Kondisi perekonomian dan sosial pada masa itu turunnya nilai rupiah terhadap mata uang asing (dolar). Solusi dari peristiwa itu adalah dengan memberikan syarat yang lebih ketat terhadap pinjaman kepada peminjam, melakukan pengawasan produk derivative untuk sekuritisasi, pengontrolan suku bunga, serta pemerintah harus terlibat melakukan pengawasan dalam kredit.
            

Global Financial Crisis

Pada tahun 2008, telah terjadi Global Financial Crisis. Terjadi karena para banker di Amerika Serikat dan beberapa banker negara-negara lain terlalu ekspansionistis tak terkendali dalam memberikan kreditnya kepada sektor properti, khususnya perumahan yang kurang produktif (Sihono, n.d.). Dikarenakan kenaikan suku bunga yang tinggi sehingga pembayaran cicilan rumah lebih mahal dan banyak masyarakat yang gagal bayar sehingga membuat perusahaan properti tidak mampu melunasi kepada pihak bank dan juga investor. Terjadilah subprime mortgage atau kredit perumahan yang berisiko tinggi (Sihono, n.d.). Kondisi masyarakat kelas bawah yang ingin mempunyai rumah dengan bantuan pinjaman sangat berisiko tinggi hingga mengakibatkan gagal bayar. Solusi dari peristiwa ini adalah dengan melakukan kredit ketat, guna meminimalisasi risiko mortgage yang semakin meluas.
            

Covid-19

Fenomena krisis tahun 2008 telah berakhir, yang masih terjadi saat ini adalah gejolak perekonomian dengan adanya Covid-19. Kondisi perekonomian anjlok saat terjadinya wabah ini, hampir seluruh negara di belahan dunia juga mengalami anjloknya perekonomian di berbagai negara. Terjadi penurunan GDP yang membuat pendapatan nasional suatu negara juga mengalami penurunan akibat pendemi virus ini. Covid-19 berasal dari Wuhan, Cina. Perekonomian Cina sendiri mengalami penurunan sehingga mengakibatkan negara-negara yang menjalin hubungan kerja sama dengan Cina mengalami penurunan ekonomi, salah satunya adalah Indonesia. Dampak dari pendemi ini mengharuskan masyarakat produktif dari rumah. Terjadinya penurunan perekonomian yang masih membuat negara resah dengan kondisi perekonomiannya. Solusi dari peristiwa ini lebih produktif meskipun dari rumah. Produktif untuk segala aspek terutama guna membuat perekonomian tumbuh lagi.
            Dari beberapa fenomena ekonomi sepanjang sejarah di dunia, sangat membuat kondisi negara menjadi terpuruk, perekonomian lesu, semakin banyak pengangguran. Selama krisis dari tahun 1930 sampai tahun 2008, diakibatkan pada penerapan mekanisme perekonomiannya. Kondisi ketika krisis terjadi adalah meningkatnya angka pengangguran, daya beli masyarakat menurun, dan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pandangan Islam, mekanisme pasar sangat membutuhkan peranan pemerintah sebagai pengawas guna mencegah ketimpangan atau kecurangan sehingga dengan itu masalah perekonomian bisa teratasi dan semoga bisa meminimalisir terjadinya krisis ekonomi.

Sumber:
Salamah, L. (2001). Lingkaran krisis ekonomi indonesia. (2), 65–76.
Sihono, T. (n.d.). Krisis Finansial Amerika Serikat dan Perekonomian Indonesia. 171–192.
Sukirno, S. (2011). MAKROEKONOMI Teori Pengantar. Jakarta: Rajagrafindo Persada.


     Nah, beberapa fenomena ekonomi pernah terjadi di dunia ini dengan dampaknya yang sangat besar. Sesuatu yang pernah terjadi pasti ada penyebabnya, seperti yang telah terjadi saat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca, jangan lupa share ke temen-temen kalian supaya ilmu yang kalian dapat juga bisa bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, akan ada artikel yang bermanfaat lagi, check for the next post. Salam semua..