Kamis, 30 April 2020

Industri Halal dalam Membangun Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia


Hallo Assalamu'alaikum semuanya.. postingan kali ini mengenai artikel populer nih. Tentang Sektor Industri Halal yang menjadi pangsa pasar berbasis Syariah yang sangat besar di Indonesia. Menjadi pangsa pasar tidaklah mudah teman-teman, adanya kegigihan dalam mengembangkan dan meningkatkan sektor tersebut supaya produk dan jasanya eksis di masyarakat. Tanpa bicara panjang lebar, langsung saja saya sajikan artikel yang membahas Industri Halal menjadi peluang dalam membangun pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Check it out...
Industri Halal dalam Membangun Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
  
Indonesia merupakan negara yang menjadi ukuran pangsa pasar produk dan jasa yang berbasis syariah yang sangat besar[1]. Dalam hal ini Indonesia menempati posisi 10 besar menurut Global Islamic Economy (GIE) Index[2], namun hanya sektor pariwisata halal dengan skor 65 dan fashion Muslim dengan skor 34 menurut GIE. Kondisi  industri Syariah Indonesia saat ini menunjukkan sebagian besar konsumsi masyarakat masih dipasok dari produk-produk impor[3]. Meskipun masih dalam pasokan impor dari negara lain, Indonesia mampu tembus di kancah Asia pada sektor industri Syariah. Tentu pencapaian yang sangat bagus, apalagi Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia sudah seharusnya menjadi sentra perkembangan industri Syariah di dunia. Potensi yang dimiliki Indonesia sudah ada, hanya saja perlu strategi yang tepat supaya Indonesia menjadi pusat industri Syariah yang terkemuka di dunia.
Strategi untuk menjadi pusat industri Syariah di dunia adalah dengan penguatan rantai nilai halal[4] (halal value chain) sesuai dengan yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Di dalamnya terdapat beberapa industri Syariah yang dapat mendongkrak kebutuhan masyarakat Muslim. Industri Syariah Indonesia di beberapa sektor yaitu Makanan dan Minuman Halal, Pariwisata Halal, Fashion Muslim, Media dan Rekreasi Halal, dan Farmasi dan Kosmetik Halal. Kita akan bahas satu persatu.
Makanan dan minuman halal, dua hal ini menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia. Makanan halal di Indonesia berlimpah ruah, terutama di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam[5]. Makanan dan minuman memiliki ciri khas Nusantara, seperti rendang, gulai dan kekhasan daerah lainnya yang menggugah selera. Sehingga menjadi daya tarik masyarakat dunia untuk datang ke Indonesia[6]. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi 15 besar.
Pariwisata halal, sektor ini juga sangat menonjol di Indonesia. Dengan banyak tempat wisata yang nan indah dan juga menjadi destinasi wisata ramah Muslim[7]. Indonesia masih berusaha mengembangkan lebih lanjut pariwisata halal, yang tujuannya menarik wisatawan terutama dari luar negeri. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi keempat. Sangat potensial dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.
Fashion Muslim, busana muslim menjadi daya tarik para perancang dan umat Islam di berbagai belahan dunia[8]. Indonesia menjadi acuan perkembangan hal tersebut. Sejumlah perancang busana muslim lahir dan tumbuh di Indonesia. Pada sektor ini, bisa dikatakan tren yang menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persaudaraan umat Muslim[9]. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi kedua. Masyarakat yang sangat memperhatikan busana muslim mereka sehingga menjadi peluang industri fashion muslim.
Media dan rekreasi halal, industri kreatif bernuansa Muslim menjadi daya tarik masyarakat Indonesia[10]. Di antaranya berupa film dan animasi yang bermula dari novel[11]. Contohnya adalah Ayat-Ayat Cinta. Film ini menyedot perhatian masyarakat nasional. Perlu hubungan kerja sama dengan negara lain dalam melakukan kegiatan sektor ini. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi 20 besar.
Farmasi dan kosmetik halal, produk obat-obatan dan kosmetik kini semakin menjadi daya tarik jika berlabelkan halal[12]. Terlihat jelas pada sikap umat Islam terhadap vaksin meningitis yang sempat menggegerkan masyarakat. Ketika dengar bahwa vaksin itu mengandung unsur babi[13], maka masyarakat ramai-ramai menolaknya. Itu mengapa pentingnya memberikan label halal pada suatu produk. Pada sektor ini, Indonesia menempati posisi 20 besar.
Beberapa industri Syariah Indonesia yang mampu bersaing masih sebagian kecil, tentunya menjadi tugas kita sebagai masyarakat harus mampu mendongkrak pertumbuhan dan perkembangan industri Syariah. Sektor pariwisata halal sudah berada di posisi yang bagus, perlu adanya rasa untuk mempertahankan atau adanya peningkatan agar Indonesia menjadi pusat destinasi wisatawan mancanegara. Pada sektor fashion muslim, Indonesia menduduki posisi kedua setelah UAE. Perkembangan sektor ini sangat pesat di berbagai wilayah Indonesia, penduduk yang mayoritas Muslim sangat memperhatikan dalam berpakaian mereka. Perlu dipertahankan sektor ini karena bisa mendorong perusahaan-perusahaan untuk memproduksi barang lebih banyak lagi. Untuk sektor lainnya masih perlu adanya inovasi baru untuk tembus 10 besar peringkat GIE. Industri Syariah Indonesia sudah sangat bagus mampu bersaing dengan negara-negara di Asia. Dengan dukungan dan implementasi dari masyarakat Indonesia, Industri Syariah menempati posisi yang bagus dalam beberapa sektor yang sudah mampu bersaing di kancah Asia. Penguatan nilai halal dari beberapa sektor industri Syariah di Indonesia bisa dibilang kompetitif. Dengan mengelola sumber daya yang ada, masyarakat mampu menjadikan beberapa sektor industri Syariah tembus di kancah Asia. Sebuah pencapaian yang sangat bagus, dengan hal itu masyarakat mancanegara pasti akan melirik Indonesia di beberapa sektornya. Tentunya hal tersebut menjadi potensi angka peningkatan pertumbuhan Indonesia dalam mendongkrak GDP Indonesia dengan support dari pihak pemerintah[14]. Untuk itu, masyarakat Indonesia harus mempertahankan industri Syariah Indonesia yang sudah dicatatkan di GIE. Mempertahankan apa yang sudah dikembangkan sampai pada tingkat sekarang. Supaya Indonesia dipandang sebagai negara dengan sektor industri Syariah yang maju dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisatawan mancanegara serta mewujudkan Indonesia menjadi pusat Industri Syariah dunia, sehingga banyak yang tertarik untuk berkunjung ke negara kita


Referensi
[1] Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2014
[2] Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2014
[3] Analisis Sikap Konsumen Terhadap Produk Fashion Lokal dan Impor
[4] Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2024
[5] Penerapan Sistem Jaminan Halal Pada UKM Bidang Olahan Pangan
[6] Penerapan Sistem Jaminan Halal Pada UKM Bidang Olahan Pangan
[7] Potensi dan Prospek Wisata Halal Dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah (Studi Kasus: Nusa Tenggara Barat)
[8] Tren Busana Muslimah Dalam Perspektif Bisnis Dan Dakwah
[9] Tren Busana Muslimah Dalam Perspektif Bisnis Dan Dakwah
[10] Strategi Komunikasi dalam Membangun Awareness Wisata Halal di Kota Bandung
[11] Strategi Komunikasi dalam Membangun Awareness Wisata Halal di Kota Bandung
[12] Kosmetika Halal atau Haram serta Sertifikasinya
[13] Kosmetika Halal atau Haram serta Sertifikasinya
[14] Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Neraca Pembayaran Suatu Negara

Hallo Assalamu'alaikum temen-temen, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik selalu. Buat temen semua, kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan seputar Dunia Ekonomi. Nah, memang kehidupan ini tidak lepas dengan aspek Ekonomi. Karena hal itu, Ekonomi bagaikan penggerak apapun yang masuk didalamnya. Tapi, sebelum membahas mengenai ekonomi dalam kehidupan, kita perlu tau dulu nih mengenai teorinya. Apa aja? Salah satunya Neraca Pembayaran. Namun, yang masih bingung apa itu neraca pembayaran, langsung saja saya sajikan dibawah ini. Check it out...

Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah catatan devisa (transaksi ekonomi internasional) yang masuk dan devisa keluar yang dilakukan oleh  negara dengan negara lain dalam kurun waktu tertentu.
Tujuan dari neraca pembayaran diantaranya :
o   Dapat memberikan informasi kepada pemerintah mengenai posisi negara dalam perdagangan internasional.
o   Memberikan informasi mengenai posisi pembayaran internasional.
o   Membantu dalam menetapkan kebijakan fiskal dan moneter.
o   Alat untuk mengukur struktur dan komposisi transaksi ekonomi suatu negara dengan dunia internasional.
o   Untuk mengukur keadaaan perekonomian dan posisi keuangan internasional suatu negara.
Suatu neraca pembayaran dapat dibedakan menjadi dua bagian utama, yaitu neraca berjalan dan neraca modal.
A.    Neraca berjalan mencatat transaksi-transaksi berikut :
1.      Neraca perdagangan barang tampak
Transaksi ini meliputi hasil-hasil sektor pertanian, barang-barang produksi industri, dan barang-barang yang diproduksikan oleh sektor pertambangan dan berbagai jenis ekspor dan impor barang tampak lainnya. Neraca (yaitu perbedaan antara ekspor dan impor) dari perdagangan tampak – yaitu perdagangan dalam barang-barang tampak, dinamakan neraca perdagangan. Apabila nilai itu positif, ia berarti bahwa ekspor barang-barang tampak adalah melebihi impornya. Sebaliknya, apabila ia negatif maka ia berarti bahwa impor melebihi ekspor.
2.      Neraca jasa/barang tak tampak
Transaksi ini meliputi pembayaran biaya pengangkutan dan asuransi dari barang-barang tampak yang diekspor atau diimpor, pendapatan investasi (meliputi keuntungan, bunga keatas modal yang di investasikan, dan dividen). Neraca perdagangan tak tampak – yaitu nilai bersih ekspor dan impor jasa-jasa, dinamakan neraca jasa. Nilai neraca jasa sesuatu negara, yang positif berarti negara tersebut banyak menjual jasa-jasanya ke luar negeri. Apabila nilainya negatif (masalah ini juga dihadapi oleh neraca pembayaran Indonesia), ia berarti bahwa negara tersebut lebih banyak membeli jasa pihak-pihak luar negeri daripada menjual jasanya ke luar negeri.
3.      Neraca non balas jasa (transfer payment)
Transfer payment meliputi pembayaran pindahan yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta. Transaksi ini meliputi pembayaran dimana penerimanya tidak perlu membayar dalam bentuk uang atau jasa. Contoh-contoh dari pembayaran pindahan adalah bantuan uang suatu negara Arab ke Afganistan, atau bantuan bahan makanan Amerika Serikat ke penderita kelaparan di Afrika. Mengirimkan uang untuk membiayai perbelanjaan anak-anak bersekolah di luar negeri termasuk contoh lain.
B.     Neraca Modal
Neraca modal mencatat transaksi penerimaan atau pembayaran sehubungan dengan peminjaman dan penanaman modal (ekspor dan impor modal) yang terjadi di antara dua negara atau lebih baik untuk investasi jangka pendek atau jangka panjang. Dalam neraca modal ini meliputi dua golongan transaksi yaitu :
1)        Aliran Modal Jangka Panjang
Pada aliran modal jangka panjang ini meliputi 2 jenis aliran modal yaitu :
a)    Aliran Modal Resmi : pinjaman dan pembayaran antara badan – badan pemerintah suatu negara dengan negara lain.
b)   Aliran Investasi Langsung : penanaman modal langsung yaitu investasi yang bergerak seperti mendirikan perusahaan – perusahaan terutama perindustrian.
Modal jangka panjang yang dibelanjakan diperoleh dari negara asal perusahaan tersebut. Perbedaan diantara modal jangka panjang yang dibayarkan keluar negeri dinamakan neraca modal jangka panjang. Apabila neraca bernilai positif, maka modal jangka panjang yang diterima dari luar negeri lebih banyak dari yang dibayarkan keluar negeri. Aliran ini pun membantu memperkukuh neraca pembayaran serta meningkatkan  perbelanjaan pembangunan pemerintah dan investasi faktor swasta.
2)   Aliran Modal Keuangan Swasta
Modal swasta (hot money) adalah aliran-aliran modal dalam bentuk tabungan atau investasi  keuangan yang dapat dengan cepat ditukarkan kembali kepada valuta asal atau valuta lainnya. Dinamakan hot money karena uang tersebut dapat mengalir dengan mudah dan cepat dari suatu negara ke negara lain. Uang tersebut biasanya meliputi uang yang diinvestasikan dalam pasar uang atau pun pasar modal untuk mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut.

Teori Para Ekonom
Menurut Sadono Sukirno, neraca pembayaran adalah suatu catatan aliran keuangan yang menunjukkan nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan diantara suatu negara dengan negara lain dalam suatu tahun tertentu.
Menurut Jamli, dalam perkembangan teori klasik, teori neraca pembayaran dibagi dalam dua pendekatan, yakni: 
1.   Pendekatan Elastisitas
Pendekatan elastisitas adalah pendekatan yang menganalisis nilai tukar dan tingkat bunga memberikan dampak terhadap neraca pembayaran yang bergantung pada elastisitas penawaran dan permintaan nilai tukar dan barang luar negeri. Perubahan nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing (devaluasi dan revaluasi) diharapkan mampu memperbaiki neraca pembayaran melalui elastisitas permintaan barang ekspor dari negara lain, di mana apabila semakin besar permintaan akan barang ekspor suatu negara maka devaluasi akan semakin efektif.
2.   Pendekatan Absorpsi
Pendekatan adsorbsi adalah gabungan dari perubahan kurs, pendapatan, dan pengeluaran untuk memperbaiki neraca pembayaran dengan memulihkan keseimbangan eksternal. Apabila devaluasi menyebabkan meningkatnya produk nasional dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan bertambah besarnya peningkatan daya absorpsi, maka neraca pembayaran akan bertambah baik, akan tetapi kalau terjadi sebaliknya, maka neraca pembayaran justru akan memburuk sebagai akibat adanya kebijakan devaluasi.

Menurut Krugman, Obstfeld, dan Melitz (2013), neraca pembayaran menyediakan gambaran detail semua transaksi antarnegara. Transaksi barang dan jasa dicatat dalam neraca berjalan. Sementara itu, penjualan dan pembelian aset dicatat dalam neraca modal.

Sekian penjelasan singkat mengenai neraca pembayaran, semoga bermanfaat bagi temen-temen. Jangan lupa berikan komentar supaya penulis lebih giat lagi mengembangkan konten-kontennya. Terima Kasih, Wassalamu'alaikum wr wb..

Rabu, 29 April 2020

Peran, Tujuan, dan Sejarah Perkembangan Ekonomi Makro

Hallo Assalamu'alaikum temen-temen, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik selalu. Buat temen semua, kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan seputar Dunia Ekonomi. Nah, memang kehidupan ini tidak lepas dengan aspek Ekonomi. Karena hal itu, Ekonomi bagaikan penggerak apapun yang masuk didalamnya. Tapi, sebelum membahas mengenai ekonomi dalam kehidupan, kita perlu tau dulu nih mengenai teorinya. Apa aja? Teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro. Namun, pernah ngga sih kita berpikir bagaimana si sejarahnya perkembangan Ekonomi Makro itu? Langsung saja saya sajikan dibawah ini. Check it out...

Sejarah Perkembangan Ekonomi Makro
            Sebelum mengetahui sejarah perkembangan ekonomi makro, ada sedikit pengantar dari mikro ke makroekonomi. Terdapat aspek yang membedakan keduanya yaitu dari analisis yang dibuat. Pada mikroekonomi yang dianalisis adalah kegiatan konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar. Sedangkan analisis makroekonomi lebih menyeluruh, yang diperhatikan adalah tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan keseluruhan pengusaha dan perubahan-perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi.

          Perkembangan teori makroekonomi terjadi saat kemunduran ekonomi diseluruh dunia, bermula dari kemerosotan ekonomi di Amerika Serikat pada tahun 1929-32. Kita menyebutnya “Great Depression”. Terjadi banyak pengangguran dan pendapatan nasionalnya merosot sangat tajam. Muncul ahli ekonomi Inggris yang terkemuka pada masa tersebut, yaitu John Maynard Keynes. Beliau  mengemukakan pandangan dan menulis buku yang berjudul: The General Theory of Employment, Interest and Money dan diterbitkan pada tahun 1936. Buku tersebut menekankan pentingnya intervensi pemerintah dalam bentuk belanja publik untuk mengurangi pengangguran. Paham ini dinamakan Keynesian Economics. Namun pandangan tersebut dibantah oleh Milton Friedman (periah NOBEL Ekonomi tahun 1976) yang mengatakan bahwa intervensi pemerintah hanya akan membuat ekonomi menjadi tidak efisien. Kemudian muncul Free Market atau Pasar Bebas dimana pemerintah tidak banyak mengatur dan membiarkan perekonomian diatur oleh invisible hand (mekanisme pasar).
            Pandangan utama Teori Keynes mengemukakan beberapa kritik kepada ahli-ahli ekonomi Klasik mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian. Kritik-kritik tersebut menunjukkan kelemahan-kelemahan yang menjadikan landasan keyakinan ahli ekonomi Klasik bahwa penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang teguh selalu dicapai. Keynes berpendapat bahwa pengeluaran agregat, yaitu perbelanjaan masyarakat ke atas barang dan jasa adalah factor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai suatu negara dan dalam sistem pasar bebas, penggunaan tenaga kerja penuh tidak selalu tercipta dan diperlukan usaha serta kebijakan pemerintah untuk menciptakan tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang teguh.

Peran Pemerintah dalam Ekonomi
Aspek penting yang menjadi titik tolak analisis dalam makroekonomi adalah pandangan bahwa system pasar bebas tidak selalu dapat mewujudkan (i) penggunaan tenaga kerja penuh, (ii) kestabilan harga-harga, dan (iii) pertumbuhan ekonomi yang teguh. Setiap perekonomian akan selalu mengalami pengangguran, kenaikan harga-harga, dan pertumbuhan ekonomi yang tidak teguh. Masalah-masalah ini menimbulkan akibat buruk kepada masyarakat dan harus dihindari. Dari masalah tersebut kebijakan-kebijakan pemerintah dapat dijalankan untuk mengatasi masalah tersebut. Sebelum membahas tentang kebijakan pemerintah, ada beberapa fungsi pemerintah dalam tata kelola ekonomi makro, (a) fungsi stabilisasi, yakni dalam upaya menciptakan stabilitas ekonomi, sosial, politik, hukum, pertahanan dan keamanan, (b) fungsi alokasi, yakni dalam rangka menyediakan barang dan jasa publik, sebagai contoh pembangunan jalan raya, penyediaan fasilitas penerangan, gedung sekolah, dan infrastruktur lain, dan (c) fungsi distribusi, yakni dalam upaya mewujudkan pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat. 
Pemerintah bisa menjadi pengawas pasar guna menjamin berjalannya mekanisme pasar secara sempurna. Rasulullah SAW sendiri pernah menjalankan fungsi sebagai pengawas pasar (al Hisbah). Tujuannya adalah untuk memerintahkan apa yang disebut sebagai kebaikan dan mencegah apa yang secara umum disebut sebagai keburukan di dalam wilayah yang menjadi kewenangan pemerintah untuk mengaturnya, mengadili dalam wilayah umum khusus lainnya, yang tak bisa dijangkau oleh institusi biasa.

Kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi diantaranya kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan bukan fiskal dan kebijakan bukan moneter. Kebijakan fiskal  merupakan langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan dalam sistem pajak atau dalam perbelanjaannyan dengan maksud untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi. Kebijakan moneter merupakan langkah-langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang yang beredar dan suku bunga dalam perekonomian. Serta kebijakan bukan fiskal dan bukan moneter seperti pemerintah melakukan intervensi harga pasar.

      Tujuan Ekonomi Makro
   Ekonomi makro digunakan untuk memahami atau menyelesaikan masalah perekonomian secara keseluruhan dan sebagai alat analisis dalam menentukan arah-arah kebijakan seperti pertumbuhan ekonomi, kestabilan harga, masalah tenaga kerja atau menyeimbangkan neraca pendapatan. Berikut tujuan diterapkannya kebijakan pada ekonomi makro, diantaranya:
A.      Meningkatkan kapasitas produksi nasional
B.      Meningkatkan kesempatan kerja
C.      Memegang kendali laju inflasi
D.     Meningkatkan tingkat pendapatan nasional
E.      Menjaga perekonomian tetap stabil
F.       Menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri
G.     Memeratakan distribusi pendapatan
H.     Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

      Sistem Perekonomian di Indonesia
Sistem perekonomian adalah sistem untuk mengalokasikan sumber daya yang dikuasainya baik perorangan ataupun instansi di negara itu. Yang membedakan sistem dengan yang lainnya adalah bagaimana cara mengelola faktor produksinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sistem  perekonomian, antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi.
Indonesia pernah menerapkan sistem ekonomi liberal pada masa orde lama, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis. Mulai dari orde baru, sistem perekonomian Indonesia berubah menjadi sistem ekonomi demokrasi, tetapi hanya bertahan sampai reformasi. Setelah reformasi, Indonesia memiliki sistem ekonomi kerakyatan sebagai sistem perekonomian.
Sistem Ekonomi Demokrasi merupakan suatu sistem perekonomian yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Dari, oleh, dan untuk rakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Dalam hal ini negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Sistem Ekonomi Demokrasi memiliki ciri-ciri positif diantaranya :
1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
2. Sumber daya alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.
3. Perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan.
4. Hak perorangan diakui
5. Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Meskipun sistem ekonomi demokrasi ini memiliki banyak ciri-ciri positif, tentunya sistem ini juga memiliki ciri-ciri negatif diantaranya :
1.      Persaingan bebas yang dapat menghancurkan perekonomian dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia.
2.      Persaingan tidak sehat dalam bentuk monopoli


     Nahh.. Itulah sekilas mengenai perkembangan ekonomi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua pembaca. Jangan lupa beri komentar supaya konten yang dibuat lebih bermanfaat lagi dan penulis lebih semangat lagi dalam penulisan. Terima kasih, Wassalamu'alaikum wr wb..